Breaking News:

Jembatan Gantung Ambruk

Jembatan Gantung di Pamenang Ambruk, Aspan: 'Jembatan yang Baru Sudah Ada, Tapi Belum Selesai'

Jembatan gantung yang ambruk di Desa Karang Birahi Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin direncanakan akan diperbaiki ulang

tribunjambi/muzakkir
Kapolsek Pamenang tengah mengecek jembatan ambruk di Pamenang, Merangin, Provinsi Jambi, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Jembatan gantung yang ambruk di Desa Karang Birahi Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin direncanakan akan diperbaiki ulang.

Kadis PUPR Kabupaten Merangin Aspan menyebut, sebenarnya jembatan tersebut sudah ada penggantinya. Persis disamping jembatan yang ambruk sudah dibangun jembatan baru.

Seharusnya memang jembatan baru tersebut selesai pada tahun ini, namun dikarenakan terjadi relaksasi anggaran, maka pembangunannya terpaksa molor.

"Jembatan yang baru sudah ada,tapi belum selesai. Sekarang masih dalam tahap pembangunan," kata Aspan.

Dia memperkirakan jika jembatan tersebut selesai pada awal tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Laris Manis Berjualan Es Jus Buah, Pandemi Seolah Tidak Berarti Untuk UMKM Satu ini

Baca juga: Ramalan Mbah Mijan Tentang Dunia Entertaint 2021: Meski Belum Maksimal, Tapi Sedikit Membawa Gembira

Baca juga: 2.687 KK di Tebo Terdampak Banjir, Diduga Banjir Kiriman dari Merangin

"Paling selesai sekitar bulan April," katanya lagi.

Terkait jembatan yang ambruk, menurut Aspan pihaknya sudah turun ke lapangan untuk mengecek dan mencari solusi terbaik, sebab banyak masyarakat yang memanfaatkan jembatan tersebut untuk menyebrang.

"Nunggu jembatan yang baru selesai lama. Jadi untuk sementara itu dulu kita perbaiki," ungkap Aspan.

Namun demikian, dirinya belum bisa menyebut berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki itu, sebab sampai saat ini tim yang turun ke lapangan belum memberikan informasi kepada dia sebagai Kadis PUPR.

Untuk diketahui, jembatan gantung yang berada di Desa Karang Birahi Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin ambruk. Kamis (26/11) pagi.

Informasi yang dihimpun, jembatan tersebut ambruk pada pagi tadi, dan hampir separoh lantainya hanyut terbawa derasnya arus.

Akibat ambruknya jembatan tersebut, ratusan warga yang tinggal di sebrang terancam terisolir, karena untuk keluar dari sana, mereka harus kedesa sebelah dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Warga setempat berharap agar pemerintah bisa cepat dan tanggap atas musibah yang terjadi dengan warga Merangin ini.

"Disebrang Sano ado sekitar 700 Kepala keluarga. Untuk saat ini mereka masih bertahan disana," kata warga Karang Birahi, Kamis (26/11).

Sementara itu, camat Pamenang Habazoh menyebut jika jembatan tersebut merupakan jembatan tua yang memang hanya satu-satunya akses bagi warga disana untuk menyebrang.

"Jembatan itu hanya menghubungkan satu desa," kata Habazoh.

Baca juga: 2.687 KK di Tebo Terdampak Banjir, Diduga Banjir Kiriman dari Merangin

Terkait dengan musibah ini, Habazoh menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar waspada dengan adanya peningkatan curah hujan yang tinggi.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan berbagai langkah antisipasi akibat banjir dan tanah longsor yang bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

”Untuk kejadian jembatan ini, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," imbuhnya.

(tribunjambi/muzakkir)

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved