Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Google Doodle

Google Doodle Hari Guru Nasional 25 November, Siapa Tino Sidin alias Pak Tino?

Google doodle hari ini spesial memperingati Hari Guru Nasional ke-75 Rabu (25/11/2020). Ketika mengakses halaman google.co.id, Anda akan melihat Goog

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Captur
Google Doodle Hari Guru Nasional 25 November 2020 

TRIBUNJAMBI.COM -Google doodle hari ini spesial memperingati Hari Guru Nasional ke-75 Rabu (25/11/2020).

Ketika mengakses halaman google.co.id, Anda akan melihat Google doodle sosok pria berkacamata dan bertopi khas pelukis.

Pria tersebut memegang alat lukis sambil mengatakan "Bagus".

Google Doodle Hari Guru Nasional 25 November 2020
Google Doodle Hari Guru Nasional 25 November 2020 (Captur)

Sementara itu, di sampingnya terdapat ilustrasi anak-anak yang tengah menggambar di kertas.

Lantas, siapakan sosok pria berkacamata dalam google doodle hari ini?

Sosok pria tersebut adalah Tino Sidin, atau yang biasa dikenal sebagai Pak Tino.

Hari ini adalah peringatan Hari Guru Nasional ke-75 dan bertepatan dengan ulang tahun ke-95 dari Tino Sidin.

Baca juga: Rekam Jejak Edhy Prabowo, Dipilih Jokowi Ganti Susi Pudjiastuti, Dipercaya Prabowo & Berakhir di KPK

Baca juga: Gisel Kepergok Asyik Bergoyang dengan Pria saat Gempi Tertidur, Aku Peluk-pelukan Karena Nyaman

Riwayat Hidup

Tino Sidin lahir 25 November 1925, di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Di usia 20 tahun, Tino Sidin memulai karirnya di dunia seni dengan mengajar sebagai guru gambar di kampung halamannya, Yogyakarta.

Dikutip dari Tribunnewswiki.com, nama Tino Sidin mulai dikenal masyarakat luas ketika ia tampil dalam program Gemar Menggambar di TVRI.

Dalam program tersebut, Pak Tino mengajak anak-anak menggambar dengan cara yang mudah.

Ia akan memandu anak untuk mengkreasikan garis-garis lurus dan lengkung menjadi gambar.

Setiap akhir sesi acara, Pak Tino menunjukkan gambar-gambar yang dikirim pemirsa.

Kemudian, ia akan memberikan komentar "Bagus" yang juga menjadi ciri khas tayangan tersebut.

mengisi acara televisi, Tino Sidin juga menulis beberapa buku tentang menggambar dan cerita bergambar.

Buku tersebut antara lain:

- Bawang Merah Bawah Putih

- Ibu Pertiwi (terbitan Balai Pustaka)

- Mari Menggambar (10 jilid)

Museum Seni Taman Tino Sidin

Tino Sidin meninggal dunia pada 29 Desember 1995 di usianya yang menginjak 70 tahun.

Kini, nama besar Tino Sidin diabadikan menjadi nama Museum Seni Taman Tino Sidin.

Museum Seni Taman Tino Sidin didirikan di kediaman Pak Tino yang berlokasi di Yogyakarta, pada tahun 2017 lalu.

Museum itu memamerkan dan melestarikan beragam peninggalan-peninggalan karya dari Pak Tino, serta bisa menjadi tempat bermain bagi anak-anak.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyanyi lagu keroncong saat meresmikan Museum Seni Taman Tino Sidin di Kasihan, Bantul.

Tak hanya bernyanyi, Muhadjir Effendy juga menggambar burung hantu yang bertengger di atas dahan.

Muhadjir secara simbolis meresmikan Museum Tino Sidin dengan membuka kerudung patung Tino Sidin dan menandatangani monumen.

(Tribunnews.com/Latifah)(Tribunnewswiki.com/Ahmad Nur Rosikin)(Kompas.com/Wijaya Kusuma)

https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2020/11/25/google-doodle-spesial-hari-guru-nasional-2020-berikut-profil-tino-sidin-pelukis-terkenal-indonesia?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved