Dedi Mulyadi: Ekspor Baby Lobster Merugikan Negara

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, mengatakan, ekspor baby lobster tidak logis. Kebijakan itu merugikan negara.

Editor: Sulistiono
net/Mata Najwa Trans7
Dedi Mulyadi - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, mengatakan, ekspor baby lobster tidak logis. Kebijakan itu merugikan negara. 

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, mengatakan, ekspor baby lobster tidak logis. Kebijakan itu merugikan negara.

Dedi Mulyadi sendiri tidak setuju kebijakan ekspor baby lobster sejak awal.

Siapa pun pemenang ekspor yang diuntungkan oleh kebijakan tersebut, tetap akan merugikan negara.

Dedy mencontohkan, dari sisi proses eskpor baby lobster katanya bisa menekan penyelundupan.

Faktanya, justru kebijakan ekspor tersebut menambah marak penyelundupan baby lobster.

Hal tersebut disampaikan Dedy Mulyadi dalam acara Mata Najwa di Trans7, Rabu 25 November 2020, malam.

Kali acara yang dipandu oleh Najwa Shihab itu akan mengangkat tema 'Menteri Terjaring Lobster'. 

Rugi

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Fahri Hamzah yang juga menekuni bisnis lobster mengaku malah merugi. Usahanya pun akhirnya bangkrut.

Dia bercerita, awalnya dirinya memutuskan berbisnis lobster karena di kampungnya banyak nelayan yang bekerja menangkap benur, kemudian dijual langsung.

Pada perjalanannya, bisnis ekspor lobster yang didirkannya tak bisa berjalan karena hitung-hitungannya malah merugi.

Fahri membeli benur dari nelayan Rp10 ribu hingga Rp11 ribu. Sementara, pasar di Vietnam harga Rp11 ribu.

"Jadi matilah kita," katanya.

Meski demikian, Fahri belum mau terbuka lebih detail bagaimana bisa dirinya merugi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved