Breaking News:

Berita Bungo

Dampak Penghadangan Mashuri Calon Bupati Bungo, Dua Petugas Damkar Bungo Dipecat

Kedua anggota yang bertugas di Pos Damkar Tanah Tumbuh tersebut dinilai ikut dalam penghadangan terhadap rombongan petahana yang ingin menghadiri pest

Dampak Penghadangan Mashuri Calon Bupati Bungo, Dua Petugas Damkar Bungo Dipecat
Tribunjambi/darwin
Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bungo, Indones

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Tragedi penghadang salah satu kandidat Calon Bupati Bungo, Mashuri oleh beberapa pemuda di Dusun Tanah Tumbuh berbuntut pemecatan terhadap dua personil Damkar Bungo.

Kedua anggota yang bertugas di Pos Damkar Tanah Tumbuh tersebut dinilai ikut dalam penghadangan terhadap rombongan petahana yang ingin menghadiri pesta pernikahan salah satu warga.

Hal itu dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bungo, Indones kepada Tribunjambi.com, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Serapan Anggaran Pemprov Jambi Baru 59,55 Persen, Ini Kata Kepala Bakeuda

Baca juga: Harga HP iPhone November 2020 - iPhone 12 Rp 10 Jutaan, iPhone 11, iPhone Xr, iPhone Xs, iPhone 8

Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Arief Poyuono: Prabowo Diam Saja,Pupus Cita-cita Jadi Presiden Indonesia

Dia menyebut pemecatan terhadap 2 anggota Damkar tersebut karena dinilai telah melanggar perjanjian kontrak kerjasama dan mencoreng nama institusi Damkar Bungo.

"Anggota yang dipecat atas nama Alfan dan satunya saya lupa. Mereka dipecat karena telah melakukan tindakan diluar aturan yang boleh dilakukan ASN dan Tenaga Kontrak,"ungkapnya.

Saat ditanya apakah sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua anggota tersebut untuk mengklarifikasi terhadap tuduhan itu.

Indones mengaku hanya melakukan pemanggilan via telpon dan langsung mengirim surat pemecatan tanpa ada pemanggilan secara langsung terlebih dahulu.

"Kita hanya melakukan pemanggilan via telpon dan mengirim surat pemberhentian," ujar Indones.

Jika kedua anggota tidak terima atas surat pemberhentian yang diberikan, Indones mempersilahkan untuk melakukan gugatan atas kebijakan tersebut.

"Jika mau menggugat silahkan," ucapnya.

Salah satu keluarga Alfan, HR membantah bahwa Alfan dan rekannya ikut dalam penghadangan tersebut.

Dia menceritakan saat kejadian Alfan bersama rekannya ingin menuju ke tempat pesta. Ketika di jalan mereka melihat keramaian dan kegaduhan, namun mereka tidak ikut terlibat.

Alfan dan rekannya hanya melihat dari jarak jauh tanpa ikut campur dalam aksi penghadangan tersebut.

"Bahkan jarak mereka dari tempat penghadangan sekitar 50 meter," tandasnya.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved