Breaking News:

Peristiwa AKAM di Karawang - Anggota FPI Naik Motor, Ada yang Kejar-kejar Peserta

Beberapa waktu kemudian, anggota FPI Karawang yang tiba menggunakan sepeda motor langsung membubarkan acara.

YouTube/ Kompas TV
FPI bubarkan aksi anti makar di Karawang, Jawa Barat 

Karena itu, ia menganggap kegiatan tersebut dikategorikan sebagai OMSP.

Kegiatan yang Munarman maksud di mana TNI bergerak atas dasar keputusan politik negara.

"Itu artinya kebijakan politik negara yang langsung diputuskan oleh Presiden saat ini adalah spanduk, baliho dan nakut-nakutin FPI," kata dia.

Munarman menyesalkan tindakan TNI yang sampai menurunkan baliho Rizieq.

Padahal ia menilai masih banyak hal prioritas lain yang perlu dilakukan.

Seperti yang diketahui, Rizieq Shihab tengah menjadi sorotan karena dianggap mengumpulkan kerumunan.

Yang pertama ketika kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta dan juga ketika Maulid Nabi pada 14 November 2020.

Peristiwa-peristiwa tersebut tengh diusut Polda Metro Jaya.

Belum selesai masalah tersebut, muncul masalah lain yang melibatkan Rizieq Shihab.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab. Mayjen TNI Dudung Abdurachman berani usul bubarkan FPI dan perintahkan prajuritnya copot baliho Habib Rizieq. (YouTube/ Kompas.com)

Baca juga: Mengejutkan! Nikita Mirzani Pilih Masuk Neraka Ketimbang Surga : Gua Gak Gila-gila Masuk Surga Say

Di media sosial sejumlah orang berseragam TNI menurunkan spanduk dan baliho Pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Baliho tersebut dipasang di berbagai sudut ibu kota.

Ternyata, baliho-baliho tersebut diperintahkan untuk diturunkan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pasalnya, baliho-baliho tersebut dipasang tanpa ijin.

Dudung memastikan operasi untuk penurunan baliho ilegal Rizieq masih terus berlanjut.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung usai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi kepada wartawan.

Kata Dudung, sebelumnya satpol PP sudah mencopot baliho-baliho tersebut.

Namun pihak FPI kembali memasang baliho tersebut.

Sehingga Dudung berpikir TNI harus turun tangan.

"Ini negara negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho itu sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," kata Dudung.

Dudung pun memastikan operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut. Semua baliho Rizieq yang ilegal akan ditertibkan oleh pasukannya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 23 November 2020, Virgo Jaga Kesehatan, Leo Sedang Tidak Nyaman

Tak hanya mengomentari soal spanduk, Dudung juga melontarkan pernyataan keras lainnya kepada Rizieq dan FPI. Ia bahkan mengusulkan agar organisasi tersebut dibubarkan.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka sukanya sendiri," kata dia.

Dia juga menyesalkan ceramah Rizieq yang dianggapnya telah menghujat TNI-Polri dalam acara maulid nabi yang digelar FPI beberapa waktu lalu.

Ia pun mengingatkan Rizieq dan FPI untuk tidak menggangu persatuan dan kesatuan di wilayah Kodam Jaya.

"Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta. Saya panglimanya. Kalau coba-coba akan saya hajar nanti," kata Dudung.

Mendengar pernyataan Dudung itu, prajurit TNI yang berada di Monas pun langsung bertepuk tangan. Dudung kemudian merespon itu.

"Semua prajurit mendukung. Siap kalian ya?" kata Dudung.

"Siaaap," jawab para prajurit TNI kompak.

Usai apel itu, pasukan TNI pun langsung bergerak. Pasukan dengan mengendarai sepeda motor menggelar razia dari arah Monas menuju Patung Kuda, kemudian ke arah Bank Indonesia, pasar Tanah Abang, Slipi, lalu kembali ke Monas.

Mereka langsung mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab yang ditemui di sepanjang jalan.

(TribunNewsmaker/ Irsan Yamananda)

Baca juga: Siapa Sebenarnya Pria Misterius yang Berikan Luna Maya Kejutan dan Pujian Romantis?

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FPI Bubarkan Massa Deklarasi Anti Makar di Karawang, Ada Aksi Kejar-kejaran & Nyaris Adu Pukul.

Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved