Breaking News:

Kasus Korupsi Dana Desa

Kades Kroya Diamankan Polisi, Diduga Korupsi Dana Desa Rp393,91 Juta

Seorang kepala desa di Kabupaten Merangin ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Merangin. Dia ditetapkan sebagai tersangka

tribunjambi/muzakkir
IR (47) Kepala Desa Kroya Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin. Dia diduga terlibat kasus penyimpangan pengelolaan keuawangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Kroya tahun 2019 lalu.  

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Seorang kepala desa di Kabupaten Merangin ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Merangin. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat kasus korupsi.

IR (47) merupakan Kepala Desa Kroya Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin. Dia diduga terlibat kasus penyimpangan pengelolaan keuaangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Keroya tahun 2019 lalu.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P menyebut, kades tersebut saat ini sudah diamankan di Sel Mapolres Merangin. Menurut Kapolres, pada tahun 2019 lalu, Desa Kroya mendapat dana dari Pemerintah Pusat dan Dana Daerah meliputi Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Dana bagi hasil pajak restribusi, dan dana bantuan provinsi dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp1,3 miliar.

Sesuai dengan juknisnya, semestinya dana tersebut disalurkan ke Desa Kroya terbagi menjadi tiga tahap dengan porsi 20% 40% 40%.

Dalam perjalanan, harusnya kades berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengolah keuangan tersebut, namun pada kenyataannya, kades tidak melibatkan perangkat desa.

Pihak kepolisian mendapatkan informasi tersebut dan mencoba untuk mendalaminya.
Setelah diselidiki ternyata benar ada kejanggalan. Dan kemudian petugas terus menggali informasi dan akhirnya ditetapkannya IR sebagai tersangka.

"Kejadian tindak pidana ini terjadi pada 2019 lalu, dalam kasus ini baru ditetapkan satu tersangka, yaitu oknum kepala desa," ujar Irwan Andi, Senin (23/11).

Setelah dilakukan pengembangan, ditemukan adanya kegiatan-kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik sehingga merugikan negara sebesar Rp393,91 juta.

Dari jumlah tersebut, oknum tersebut sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp80 juta.
Menurut Kapolres, IR disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun.

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu bundel potocopy peraturan Desa Kroya Nomor 4 tahun 2019 tentang APBDes Kroya tahun anggaran 2019.
Satu bundel potocopy Perkades Kroya Nomor 6 Tahun 2019 tentang perubahan Perdes Desa Kroya Nomor 4 Tahun 2019 tentang APBDes Kroya 2019. Satu bundel laporan pertanggung jawaban Pemerintah Desa Kroya tahun 2019. Satu bundel laporan realisasi penggunaan anggaran Desa Kroya Tahun 2019.

Kemudian dua lembar rekening koran Bank Jambi atas nama Pemdes Kroya, satu lembar KTP, satu lembar slip setoran Bank 9 Jambi tanggal 22 Juni 2020 perihal pengembalian temuan Dana Desa (DD) tahun 2019 sebesar Rp80 juta.

"Tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru," katanya.

Penulis: Muzakkir
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved