Breaking News:

Kabupaten Kerinci

WIKIJAMBI: Menyambangi Wisata Alam Hutan Bambu Buluh Perindu

SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/herupitra
SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi. 

SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Sepanjang jalan menuju lokasi, mata dimanjakan dengan keindahan alam nan menggoda. Bangunan berbahan bambu ikut menghiasi jalan menuju lokasi.

Keberadaan objek wisata Buluh Perindu ini, mengingatkan kita pada Sagano Bamboo Forest, wisata hutan bambu yang sangat populer di Jepang.

Di antara rumpun bambu satu dengan yang lain, membentuk lorong untuk dilewati.

Dedaunan tampak lebat diantara batang bambu, hijau dan membuat suasana semakin asri. 

Baca juga: Ternyata SKT FPI Sudah Habis Sejak 20 Juni 2019, Jubir FPI : Tidak Bisa Disebut Ilegal

Baca juga: Polisi Akui Pemeran di Video Syur Mirip Gisel Sulit Dianalisa, Tak Bisa Sehari Langsung Selesai

Baca juga: Pemerintah Pastikan Jadwal Masuk Sekolah Januari 2020, Unduh Panduan PBM di Sini

Daun-daun yang berguguran di bawah pun menambah keindahan dari tempat ini.

Ketika angin bertiup, daun bambu seolah menari-nari hingga menimbulkan suara gemericik yang khas. 

Batang bambu pun ikut bergesekan dengan bunyi yang tak kalah menariknya, yang menciptakan nyanyian alam yang memanjakan gendang telinga.

SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi.
SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi. (tribunjambi/herupitra)

Berjalan menyusuri jalanan tanah menuju destenasi, sungguh menenangkan hati dan menjernihkan pikiran. Tak heran, pengunjung rela meluangkan waktu untuk sekedar berjalan di sini.

“Kami sengaja datang ke Buluh Perindu, untuk makan siang bersama keluarga,” kata Ati, pengunjung dari Semurup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved