Breaking News:

Pasien Corona Sembuh Bertambah

Siswa di Muarojambi Terlalu Lama Belajar Secara Daring, Khawatir Siswa Putus Sekolah, Ini Alasanya

Kurang lebih sudah tujuh bulan para siswa SD hingga SMA di Kabupaten Muarojambi belajar secara daring akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin
tribunjambi/hasbi sabirin
Dinas Pendidikan Muarojambi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi Erwanisah mengkhawatirkan terlalu lama para siswa tidak masuk sekolah secara tatap muka. 

Siswa di Muarojambi Terlalu Lama Belajar Secara Daring, Khawatir Siswa Putus Sekolah, Ini Alasanya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kurang lebih sudah tujuh bulan para siswa SD hingga SMA di Kabupaten Muarojambi belajar secara daring akibat pandemi Covid-19.

Sehingga membuat siswa mulai malas ingin bersekolah dan mulai asik mencari uang sendiri. 

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi, Erwanisah. 

Ia sangat mengkhawatirkan terlalu lama para siswa tidak masuk sekolah secara tatap muka, di mungkinkan para siswa melakukan pekerjaan cari uang dengan alasan bantu orang tuanya.

Baca juga: Sudah 9 Bulan Siswa SMA/SMK di Jambi Belajar Daring, Belum Ada Kepastian Jadwal Belajar Tatap Muka

Baca juga: Kisah Anak-anak Rimba Belajar pada Masa Pandemi Covid-19, Bersesandingon dan Tanpa Teknologi Daring

"Kekhawatiran ini, karena terlalu lama siswa diterapkan belajar sistem daring, bahwa saya ada dapat laporan dari masyarakat, sudah ada para siswa SMP yang bekerja menjadi sopir alasan membantu orang tuanya, "kata Erwanisah, Rabu (18/11/2020). 

Ia mengatakan, bila belajar daring ini terus saja dilakukan ia sangat khwatir dengan dunia pendidikan dan nasib para siswa yang tidak mendapatkan layanan pendidikan secara langsung atau tatap muka. 

"Ada salah satu kepala sekolah di Muarojambi yang melaporkan ke saya, di masa belajar daring ini, bahwa sudah ada pelajar SMP kita yang bekerja sebagai sopir,"jelasnya.

Menurutnya, jika ini tidak tangani dengan cepat, atau diterapkan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dalam waktu dekat ini, maka dikhawatirkan para siswa tersebut putus sekolah..

"Karena mereka sudah mulai pandai mencari uang sendiri, apalagi dalam kondisi sekolah tidak tatap muka," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved