Breaking News:

Berita Bungo

Angka Kebutuhan ASN di Bungo Masih Kurang, Kepala BKPSDM Sebut Banyak Pegawai Pensiun

Untuk diketahui, di Kabupaten Bungo CPNS yang berhasil lolos sebanyak 219 orang dari ribuan pendaftar untuk 226 formasi yang diusulkan.

Tribunjambi/Mareza
Kepala BKPSDM Kabupaten Bungo, Wahyu Sarjono. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Penerimaan CPNS 2019 lalu tidak memengaruhi angka kebutuhan ASN Bungo.

Untuk diketahui, di Kabupaten Bungo CPNS yang berhasil lolos sebanyak 219 orang dari ribuan pendaftar untuk 226 formasi yang diusulkan.

Ini diungkapkan oleh Kepala BKPSDM Bungo, Wahyu Sarjono.

Ia mengatakan, bahwa diterimanya CPNS 2019 tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kekurangan ASN Bungo.

Baca juga: Debat Paslon Bupati Tanjabbar Tetap Dilaksanakan, Lima Akademisi Dilibatkan untuk Buat Pertanyaan

Baca juga: Seorang Ibu di Riau Tega Racuni Tiga Anak Kandungnya Sebelum Akhiri Hidupnya dengan Kain Gendongan

Baca juga: Warga Binaan Lapas Muara Bulian Discreening TBC, Kalapas Berharap Bisa Deteksi Dini

Hal itu disebabkan sistem yang diberlakukan yakni berdasarkan jumlah pegawai yang pensiun.

Sementara dalam pelaksanaan seleksi, jumlah peserta yang lulus lebih kecil dari jumlah pensiun. Sebab masih untuk CPNS 2019 lalu, masih terdapat tujuh formasi yang kosong.

"Kalau untuk memenuhi kebutuhan pegawai secara keseluruhan di Kabupaten Bungo tentu ini sangat jauh. Karena setiap tahun penerimaan Cpns dengan menggunakan prinsip pertumbuhan nol (zero growth)," katanya, Selasa (17/11/2020).

"Pada prinsipnya tidak ada penambahan jumlah pegawai di Kabupaten Bungo ini," ungkapnya.

Disebutkannya, jika melihat dari segi kuantitas maka Kabupaten Bungo akan tetap kekurangan pegawai.

Namun yang menjadi pertimbangan pusat yakni berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah.

Sebab menambah pegawai diluar yang pensiun, maka akan membebani APBD kedepannya seperti untuk gaji dan tunjangan.

Dipaparkannya, kekurangan pegawai di Kabupaten Bungo berada di angka sekitar 3.000 orang. Dimana untuk kekurangan guru sebanyak 1.100.

Sementara tahun 2019 lalu yang lulus sebanyak 153 orang. Sedangkan kekurangan pegawai diluar guru berada di angka sekitar 2.000 orang.

Untuk diketahui, tahapan yang diikuti peserta yang dinyatakan lulus seleksi tersebut yakni tes kesehatan. Gunanya sebagai persyaratan untuk menetapkan nomor induk pegawai.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved