Breaking News:

Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis, IPW Sebut Syarat Utama Pernah jadi Kapolda di Jawa

Calon Kapolri pengganti dinilai Indonesian Police Watch (IPW) harus pernah jadi Kapolda di Jawa.

Editor: Rahimin
Tribunnews/Jeprima
Kapolri Jenderal Idham Azis saat memimpin langsung acara serah terima jabatan Kapolda di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). Kapolri Jenderal Idham Azis merotasi 8 Kapolda dari Sulawesi Utara hingga Aceh. 

Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis, IPW Sebut Syarat Utama Pernah jadi Kapolda di Jawa 

TRIBUNJAMBI.COM - Calon Kapolri pengganti dinilai Indonesian Police Watch (IPW) harus pernah jadi Kapolda di Jawa.

IPW menilai ada empat syarat utama yang harus diperhatikan Presiden Jokowi dalam memilih calon Kapolri pengganti Idham Azis agar tidak terjebak pada nilai perkawanan yang semu dan menyesatkan.

Ketua Presidium Indondesian Police Watch Neta S Pane mengatakan, syarat pertama calon tersebut pernah menjadi Kapolda di Jawa atau di daerah rawan, agar instingnya dalam mengantisipasi Kamtibmas mumpuni dan keamanan Indonesia tetap prima.

Kedua, calon Kapolri yang dipilih harus paham dengan manajemen dan organisasi Polri secara utuh. Sebab persoalan besar di Polri saat ini adalah penumpukan personil di jajaran tengah dan atas.

Baca juga: Peringatan BMKG, Terjadi Hujan lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia Termasuk Jambi

Baca juga: Dua Hari Dirawat di Jakarta, Bupati Nduga Meninggal Dunia

Baca juga: Ditabrak Kereta Api Sibinuang, Taksi Online Terseret Hingga 25 Meter, Sopir Tewas di Tempat

"Mulai dari AKBP, Kombes hingga jenderal yang nganggur dan tidak jelas kerjanya. Penumpukan ini membuat anggaran polri habis tersedot untuk fasilitas para Kombes dan jenderal tersebut. Pemberian pangkat jenderal jangan hanya karena perkawanan tapi harus berorientasi pada kebutuhan Polri," kata Neta dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

Ketiga, calon Kapolri juga harus memahami kebutuhan fasilitas, sarana, dan prasarana Polri sehingga proyek pengadaan di Polri tepat guna dan tepat sasaran bagi kepentingan kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis
Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

"Sehingga orang orang baru yang tidak mengerti tentang kepolisian jangan diberikan menangani proyek proyek pengadaan di Polri. Jangan hanya gara-gara kenal dengan Kapolri kemudian diberi proyek pengadaan sehingga proyek tersebut tidak bermanfaat bagi kepentingan Polri," ungkapnya.

Keempat, figur calon Kapolri harus paham mengenai sistem karir untuk mengembangkan tugas profesional kepolisian. Tujuannya agar jangan sampai ada seorang pejabat kepolisian yang bertahun tahun bertugas di satu tempat.

Baca juga: Kisah Letda Inf Ahmad Lina, Putra Seram Bagian Timur Yang Pertama Jadi Perwira, Bingung Naik MRT

Baca juga: Nama-nama Bayi Perempuan Islami Bisa Menjadi Insipirasi Anda, Arti Mulia & Cantik Seperti Purnama

Baca juga: Ketua Satgas Doni Munardo Minta Maaf Ada Pemberian 20.000 Masker Untuk Acara Rizieq Shihab

"Dengan keempat kriteria ini tentunya calon Kapolri bisa juga diambil dari bintang dua. Kebetulan dalam waktu dekat ada dua jenderal bintang tiga yang pensiun, sehingga jenderal bintang dua itu bisa didorong atau digeser kesana untuk kemudian masuk ke dalam bursa calon Kapolri. Peluangnya masih terbuka dan semua tergantung presiden," ungkapnya.

Menurut Neta, saat ini jenderal polisi berbintang tiga ada sedikitnya 13 orang. Namun, tak semua bisa mengikuti bursa calon Kapolri lantaran menjelang masa pensiun.

"Para bintang tiga dari Akpol 87 tentunya sulit untuk masuk bursa calon kapolri, mengingat Kapolri Idham Azis dari Akpol 88. Jika Akpol di bawah Akpol 88 dipaksakan menjadi Kapolri tentu terjadi kemunduran di institusi kepolisian. Sehingga yang bisa masuk bursa calon Kapolri adalah dari Akpol 88A, Akpol 88B, Akpol 90, dan Akpol 91," jelasnya.

Baca juga: Keanu Massaid Unggah Foto Angelina Sondakh dan Alm Adjie Massaid, Ungkap Kerinduan

Baca juga: Jenderal-jenderal Ini Yang Berpeluang Jadi Kapolri, Bakal Ada Mutasi Besar di Tubuh Polri

Baca juga: Dipanggil Jenderal Andika ke Jakarta dan Diajak Naik MRT, Ahmad Lina Akhirnya Jadi Perwira Pertama

Namun demikian, IPW masih belum bisa membeberkan lebih lanjut daftar nama kandidat terkuat yang akan menjadi Kapolri pengganti Idham Azis.

Dia hanya menyebut, dari sekian banyak figur, Wanjakti Polri nantinya hanya akan memilih lima figur sebagai bakal calon Kapolri yang akan diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk memilihnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IPW Sebut Calon Kapolri Harus Pernah Menjadi Kapolda di Jawa atau Daerah Rawan 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved