Breaking News:

Habib Rizieq Sindir Pemerintah, Sebut UU Cipka Keja Lucu: Ini Bikin UU Atau Kuitansi Warung Kopi?

Habib Rizieq Shihab ikut mengkritik pemerintah soal pembuatan dan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Capture YouTube Front TV
Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq ikut mengkritik UU Cipta Kerja yang dibuat pemerintahan Jokowi dan DPR RI. 

Habib Rizieq Sindir Pemerintah, Sebut UU Cipka Keja Lucu: Ini Bikin UU Atau Kuitansi Warung Kopi?

TRIBUNJAMBI.COM - Habib Rizieq Shihab ikut mengkritik pemerintah soal pembuatan dan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Menurutnya, penyusunan UU Cipta Kerja yang dilakukan pemerintah dan DPR RI mirip pembuatan kuitansi warung kopi.

"Indonesia bikin UU namanya Omnibus Law, niatnya sih bagus katanya. Untuk permudah dan perlancar dunia usaha, untuk ringkasan lebih dari 70 UU dalam satu UU saja, katanya," ucapnya Habib Rizieq, Sabtu (14/11/2020).

"Sikap kita bagaimana? Kalau untuk kebaikan ya enggak masalah. Tapi proses UU ini lucu," sambungnya.

Sebelum menyusun UU, Habib Rizieq menyebut, seharusnya pemerintah dan DPR mengundang seluruh elemen masyarakat untuk berdialog.

Baca juga: Habib Rizieq Geram Dua Prajurit TNI Dihukum Karena Sambut Pimpinan FPI, Brimob dan Cukong Disinggung

Kemudian, setelah mendapat banyak masukan, DPR bisa merapatkannya di Badan Legislasi (Baleg) untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna.

"Enggak bisa sewenang-wenang (membuat UU) karena DPR itu wakil rakyat, bukan wakil partai," ujarnya dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pentolan FPI ini pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam pembuatan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Pasalnya, jumlah halaman dalam draf UU tersebut kerap berubah-ubah.

Halaman
1234
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved