Pilkada di Jambi

Suasana Politik di Kota Sungaipenuh Mulai Memanas, Deretan Insiden Mencekam yang Terjadi

Jelang pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020, suasana politik di Kota Sungaipenuh mulai memanas. Kontak fisik kedua massa paslon yang bertarung

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Hendro
Pilkada serentak 2020. 

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Kegiatan kampanye Fikar-Yos, bukan lah kegiatan illegal, serta dalam UU kampanye ini memang hak paslon,” ungkapnya.

Ditambahkannya, blusukan Fikar-Yos ke Koto Baru bukan lah sekedar kampanye semata. Namun seperti di tempat lain, blusukan Fikar-Yos dengan membawa misi kemanusiaan untuk memperteguh tali silaturrahmi dengan masyarakat, khususnya masyarakat Koto Baru.

Baca juga: Djoko Tjandra Bantah Perintahkan Tommy Sumardi Bayar Dua Jenderal Polisi, Begini Faktanya

Baca juga: Download Lagu dan Chord Kunci Gitar Juragan Empang Intan Chacha feat DJ Kentrung

Baca juga: Ini Motif 2 Tersangka Menyebarkan Video Asusila Mirip Gisella Anastasia, Ternyata Cuma Untuk Hal Ini

“Di samping bertemu tokoh-tokoh masyarakat, Fikar-Yos juga menjenguk warga yang sedang sakit, orangtua yang lanjut usia, dan anak yatim dan fakir miskin."

"Karena Fikar-Yos memiliki simpati dan ingin mendoakan masyarakat Koto Baru,” ungkapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Koto Baru, Buzarman dikonfirmasi mengatakan, aksi penolakan yang dilakukan anak jantan serta pemuda dan lembaga adat, karena adanya ketersinggungan. 

Di mana saat itu anak batino Koto Baru diberi kue saat acara pelantikan tim Fikar Azami-Yos secara tidak manusiawi. 

"Penolakan kunjungan Fikar di Koto Baru pada waktu itu, dengan alasan agar situasi keamanan dan kondusifitas tetap terjaga," ungkapnya.

Namun lanjutnya, pada  31 Oktober saat kampanye Ahmadi-Antos di Tanah Kampung, beberapa simpatisan Fikar-Yos menolak dan menghadang, bahkan melakukan sweeping setiap mobil yang lewat di Tanah Kampung. 

"Ini membuat lembaga adat dan masyarakat Pondok Tinggi, Pesisir Bukit dan Koto Baru menjadi kecewa dan sempat emosi, mengapa azas ditolak di Tanah Kampung oleh tim 02," sebutnya. 

Karena itu lanjutnya, warga  Pondok, Pesisir Bukit dan Koto Baru secara resmi menolak. Bahkan sudah disurati oleh lembaga adat ke Kapolres, agar Fikar-Yos jangan masuk di wilayah tersebut, demi alasan kemanan dan kenyamanan. 

"Namun kenyataannya Fikar-Yos, tetap memaksakan masuk. Padahal Azas sewaktu ditolak 31 Oktober lalu di Tanah Kampung, azas menunda dan akan turun jika situasi kondusif dan aman," pungkasnya.

Dua Paslon Wali Kota Sungaipenuh Dapat Sanksi

Pelaksanaan Kampanye Dua kandidat Calon Walikota Sungai Penuh dan Wakil Walikota Sungai Penuh, dihentikan selama tiga hari berturut-turut. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Buronan Tiba di Kejati, Ibnu Ziadi Dikawal Sampai Lima Mobil, Tangan Diborgol

Hal tersebut berdasarkan surat rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sungai Penuh, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sungai Penuh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved