Breaking News:

Orang Dekat Presiden Soeharto Meninggal, Sosok Soenarto Soedarno Penulis Pidato Istana Sejak 1960an 

Soenarto Soedarno, penulis naskah pidato Presiden Soeharto sejak akhir 1960-an meninggal dunia pada Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 18.35 WIB

Youtube
Soenarto Soedarno, penulis naskah pidato Soeharto sejak akhir 1960-an meninggal dunia pada Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 18.35. 

Menurut Yusril, Soenarto merupakan pribadi yang tekun dan pekerja keras.

Soenarto juga hidup secara sederhana meskipun dikenal sebagai seorang pejabat.

"Pak Narto, demikian kami biasa memanggilnya, adalah pejabat yang tekun, pekerja keras, tidak banyak bicara. Hidupnya sederhana dan sangat baik dengan anak buah di Sekneg ketika itu. Saya salah seorang anak buah beliau dan sangat banyak belajar dengan beliau," terang Yusril.

Yusril telah menganggap almarhum sebagai guru yang banyak memberikannya pelajaran.

Baca juga: 2 Prajurit TNI Bernasib Buruk Gegara Video Sambut Habib Rizieq Viral, Kondisi Serka BDS & Serka Boby

Terutama ihwal kearsipan dan mempersiapkan naskah-naskah pidato presiden.

"Saya menganggap Pak Narto sebagai guru yang mengajari saya bagaimana bekerja dengan rapi menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, mulai dari surat-surat sampai pidato Presiden. Selama era Presiden Soeharto, beliau bekerja hampir tidak pernah salah. Setneg bekerja sangat rapi."

Yusril juga menyebut bahwa almarhum Soenarto merupakan sosok yang menyiapkan naskah pidato pengunduran diri Presiden Soeharto.

Soenarto Soedarno, penulis naskah pidato Soeharto sejak akhir 1960-an meninggal dunia pada Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 18.35.
Soenarto Soedarno, penulis naskah pidato Soeharto sejak akhir 1960-an meninggal dunia pada Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 18.35. (Youtube)

"Pak Narto adalah salah seorang yang ikut menyiapkan naskah pidato pengunduran diri Presiden Soeharto Mei 1998. Malam itu tanggal 20 Mei 1998, Pak Narto, Alm Pak Sjafruddin Bahar dan Pak Bambang Kesowo datang ke Jalan Cendana di tengah hujan untuk sama-sama membahas naskah tsb.

Saya sejak beberapa hari sebelumnya sudah berada di Jalan Cendana bersama Mensesneg ketika itu Alm Bp Saadillah Mursyid menanti kehadiran beliau-beliau itu. Kini Pak Saadillah, Pak Sjafruddin Bahar dan Pak Narto telah tiada."

Yusril menyebut, dirinyalah yang kemudian menggantikan posisi almarhum Soenarko seusai lengsernya Presiden Soeharto lantaran almarhum saat itu memasuki usia pensiun.

Baca juga: Ini Kesalahan Kopda Asyari Sampai Harus Ditahan, Bukan Karena Video Kami Bersamamu Habib Rizieq

Halaman
123
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved