Breaking News:

RUU Larangan Minuman Beralkohol Usulan DPR, Peminum Dipenjara Minimal Tiga Bulan

DPR kini sedang membahas RUU tentang larangan minuman beralkohol. Ada draft sanksi denda hingga pidana penjara bagi yang minum minuman alkohol

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
tribunjambi/darwin sijabat
Ilustrasi. Puluhan botol minuman beralkohol dan tuak saat akan dimusnahkan Polres Tanjab Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPR kini sedang membahas RUU tentang larangan minuman beralkohol. Ada draft sanksi denda hingga pidana penjara bagi yang minum minuman beralkohol.

Dokumen RUU tentang Larangan Minuman beralkohol telah tayang di website DPR.

Di RUU tersebut tertera larangan bagi masyarakat meminum minuman beralkohol.

Selain itu juga ada larangan memproduksi minuman beralkohol.

Pada rancangan ini, tidak cuma minuman beralkohol produksi pabrik yang dilarang, tapi juga minuman beralkohol tradisional dan racikan.

Pada Pasal 20 disebutkan, setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit tiga bulan dan paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 50 juta.

Pada Pasa 21, disebutkan bila akibat meminum minuman beralkohol menyebabkan gangguan ketertiban umum atau mengancam keamanan orang lain dipidana dengan pidana penjara paling sedikit satu tahun dan paling lama lima tahun atau denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 100 juta.

Sementara bila mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dipidana dengan pidana pokok ditambah sepertiga.

Pada Pasal 7 disebutkan setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional, dan ninuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

Jenis minuman beralkohol yang dimaksud tertera dalam Pasal 4, yakni:

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved