Internet Lemah, Guru di Sumsel Ini Harus Panjat Atap Rumah saat Mengajar Daring
Memang di Desa Pulau Geronggang ini sangat sulit mencari sinyal internet, ditambah lagi sejak adanya surat edaran pemerintah pada bulan maret 2020
TRIBUNJAMBI.COM, KAYUAGUNG - Viral di media sosial seorang guru berjuang mencari jaringan internet hingga harus naik ke atap rumah miliknya.
Ternyata guru ini berada di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).
Dalam menggali informasi, Wartawan Tribunsumsel.com menghubungi Soncik guru SD Negeri 1 Maribaya yang merasakan kesulitan sinyal selama mengajar dalam jaringan (daring).
"Memang di Desa Pulau Geronggang ini sangat sulit mencari sinyal internet, ditambah lagi sejak adanya surat edaran pemerintah pada bulan maret 2020 mengenai pembelajaran daring,"
"Saya setiap hari harus naik ke atap rumah itu pun mengalami kesulitan karena sinyalnya rendah (sering ilang-ilangan)," keluhnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (10/11/2020).
Baca juga: Denny Darko Akui Bukan Anak Indigo atau Punya Indra Keenam, Ramalannya Hanya Bohongan?
Baca juga: Seru, Penangkapan Penyelundup Sabu 50 Kg dari Malaysia, Speedboat Dikejar Pelaku Lompat ke Sungai
bahkan beberapa siswa maupun siswi harus berkunjung ke desa tetangga demi memperoleh jaringan internet.
"Kecamatan kita inikan ada 7 Desa, disinilah satu-satunya Desa yang belum memiliki tower jaringan internet. Maka kebanyakan siswa harus pergi ke Desa tetangga agar dapat mengikuti pembelajaran online," terang Soncik.
Diterangkan kembali Kepala Desa Pulau Geronggang, Syamsul Bahri bahwa hampir seluruh siswa maupun guru sangat mengeluhkan pembelajaran sistem daring yang memerlukan sinyal internet.
"Sangat sulit - sulit sekali, bagi siswa untuk memperoleh sinyal internet. Bahkan mereka secara rombongan biasanya pergi ke Desa tetangga seperti Sumber Hidup dan Gading Raja demi bisa ikut belajar,"
"Ada juga cara lain yakni memanjat atap rumah maupun mencari tempat yang lebih tinggi. Karena kalau di tempat rendah tidak mungkin mendapatkan sinyal internet," tutur Kades.
Baca juga: Karni Ilyas Dikritik Habis-habisan, ILC TV One Mendadak Batal Tayang, Ada Telepon Gaib ya Bang?
Baca juga: Melody Manajer JKT48 Umumkan JKT48 Terancam Bubar, Pilih Opsi Pembubaran atau Kurangi Member?
Ia pun sangat mengharapkan, ke depannya masyarakat Desa Pulau Geronggang yang terdiri dari 12 Dusun dapat menikmati jaringan internet sebagaimana Desa lainnya.
Ya tentu dengan jaringan internet ini, masyarakat kami yang berjumlah 1.700 penduduk bisa lebih mudah mendapatkan informasi dan berhubungan dengan orang luar. Maka dari itu kami ingin pemerintah segera membangun tower di desa kami ini," harapnya keluhan tersebut didengarkan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Alexander Bustomi melalui Kabid Pemberitaan, Adi Yanto mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan tower di beberapa tempat terpencil lainnya.
"Memang ada sekitar puluhan termasuk Desa Pulau Geronggang yang belum terdapat tower jaringan internet. Tetapi sejak tahun lalu kita sudah mengajukan ke Kominfo pusat memulai program Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah prioritas,"
"Karena mungkin ada pertimbangan dan lain hal, keinginan kita tersebut masih belum direalisasikan," pungkasnya.
https://sumsel.tribunnews.com/2020/11/10/kisah-perjuangan-guru-di-pedamaran-oki-setiap-hari-naik-atap-cari-jaringan-internet-belajar-daring?_ga=2.262444426.765166184.1604962971-982184545.1604962966
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/11112020-guru.jpg)