Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dua Tahun Bebas Kasus Malaria, Dinkes Muarojambi Terus Lakukan Penekanan

Sejak tahun 2018 hingga 2020, Kabupaten MuaroJambi bebas dari kasus malaria. Eliminasi kasus malaria di Muaro Jambi ini tidak hanya bebas saja,

Tayang:
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/hasbi sabirin
Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sejak tahun 2018 hingga 2020, Kabupaten MuaroJambi bebas dari kasus malaria. Eliminasi kasus malaria di Muaro Jambi ini tidak hanya bebas saja, namun pihak Dinas Kesehatan terus menekan agar tidak muncul lagi kasus tersebut.

Bebasnya dari kasus malaria tersebut disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan MuaroJambi, Yes Isman.

Katanya, kasus demam malaria ini tidak sama dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Padahal penyebab komplikasinya hampir sama dari gigitan nyamuk yang menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, mual muntah, berkeringat, dan mengigil.

Ia juga mengatakan kasus malaria yang paling berbahaya disebabkan parasit plasmodium falciparum, artinya, jika tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan komplikasi fatal.

"Seperti mengalami tiga gejala ini, stadium dingin, stadium demam, dan stadium berkeringat," kata Yes Isman, Rabu (11/11).

Stadium dingin ketika pasien selama 15 menit hingga 1 jam mengalami demam menggigil, bibir dan jari-jarinya tampak pucat.

Sementara stadium demam setelah pasien dingin hebat pasien akan mengalami demam tinggi, denyut nadinya terasa cepat disertai sakit kepala dan mual muntah.

Sedangkan stadium berkeringat pasien akan merasakan berkeringat banyak hingga basah sekujur tubuh, suhu badan menurun cepat mencapai di angka bawah normal.

"Sejauh ini tidak ada lagi kasus demam malaria tersebut di Muarojambi. Dari pihak puskesmas kita juga tidak ada lagi laporan orang yang mengalami gejala stadium tersebut," ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved