Breaking News:

DPO Kejati Maluku Ditangkap

BREAKING NEWS DPO Kasus Korupsi WFC Kota Namlea Maluku Ditangkap di Jambi

Muhammad Ridwan Pattilow ditangkap saat bersembunyi di rumah keluarganya Rabu pagi tadi di kawasan Cadas, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Tribunjambi/dedy nurdin
Kajati Jambi Johanis Tanak saat memberi keterangan penangkapan DPO Kejati Maluku di Jambi hari ini, Rabu (11/11/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPO Kejati Maluku dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan Water Front City Kota Namlea ditangkap di Jambi hari ini, Rabu (11/11/2020).

Muhammad Ridwan Pattilow ditangkap saat bersembunyi di rumah keluarganya Rabu pagi tadi di kawasan Cadas, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Proses penangkapan terhadap Ridwan Pattilow dilakukan oleh tim Kejaksaan Agung bersama Kejati Maluku dan tim Kejati Jambi sekitar pukul 10.00 WIB saat sedang berada di rumah.

Baca juga: Wisuda ke-48 Unbari Bakal Digelar Offline, Orang Tua Tak Diundang, Wisudawan Diminta Jaga Kesehatan

Baca juga: Promo Hypermart Weekday Berlangsung Hingga 12 November 2020, Hemat dan Harga Serba Murah

Baca juga: Andrea Dovizioso Pilih Nganggur pada Musim Balap MotoGP 2021

Terdakwa dilaporkan menghilang dan tidak memenuhi putusan pengadilan setelah putusan pengadilan tingkat banding keluar pada Februari 2020.

"Hasil kordinasi dari Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku diketahui yang bersangkutan berada di Jambi. Sekitar pukul 10.00 wib," kata Kajati Jambi, Johanis Tanak.

Proses penangkapan DPO sendiri dipimpin oleh Asintel Kejati Jambi, Muhammad Husein Admaja. Penangkapan dilakukan setelah dilakukan pengintaian keberadaan Ridwan Pattilow.

Kajati Jambi mengatakan Ridwan Pattilow sudah ditetapkan terpidana sejak Maret 2020. Ia kemudian ditetapkan sebagai terpidana karna tidak memenuhi putusan pengadilan.

Ridwan Pattilow ditangkap tanpa perlawanan, menurut informasi yang didapat. Terdakwa sudah sejak lama tinggal di Jambi.

"Keluarganya banyak di Jambi memang. Selanjutnya akan dibawa ke Kejati Maluku siang ini untuk di eksekusi," kata Johanis Tanak.

Ridwan Pattilow merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan WFC tahap I dan II di Kota Namlea Tahun anggaran 2016.

Dalam pekerjaan dua tahap ini ditemukan kerugian negara yang nilainya mencapai 6,638 Miliar Rupiah.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor: 2/PID.SUS-TPK/2020/PT AMB Muhammad Ridwan Pattilow, ST terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair.

Ia dijatuhi pidana penjara selama lima tahun dan denda sejumlah 300 juta rupiah. dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved