Breaking News:

Harga Emas

Harga Emas Anjlok 97,3 dollar AS Karena Kabar Keberhasilan Uji Coba Vaksin Covid-19

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok 97,3 dollar AS atau 4,99 persen

THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Harga emas terperosok hampir lima persen hingga kembali jatuh di bawah level psikologis 1.900 dollar AS per ounce, pada akhir perdagangan Senin (9/11/2020) waktu setempat, (Selasa pagi WIB).

Kabar keberhasilan uji coba vaksin Covid-19 tahap akhir pertama mendorong para investor melepas emas yang aman dan berbondong-bondong beralih ke aset-aset berisiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok 97,3 dollar AS atau 4,99 persen ditutup pada 1.854,40 dollar AS per ounce.

Pasar saham melonjak setelah perusahaan farmasi berbasis di AS, Pfizer, pada Senin (9/11/2020) mengumumkan bahwa kandidat vaksin Covid-19-nya lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

Studi tersebut memiliki 43.538 peserta dan perusahaan mengatakan tidak ada masalah keamanan serius yang diamati.

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Turun Rp 34.000, Jadi Rp 972.000 per gram

Baca juga: Kisah Habib Rizieq Shihab Sekolah di SMP Kristen Bethel Petamburan Lulus 1979

Baca juga: Cara Investasi Emas di Bank Mandiri Syariah, Lengkap Dengan Syaratnya

Pfizer dan mitra Jerman BioNTech SE mengatakan, mereka berharap untuk mendapatkan otorisasi penggunaan darurat AS akhir bulan ini.

“(Berita) benar-benar melampaui skenario kasus terbaik semua orang. Ada kegelisahan yang meningkat bahwa kami mungkin tidak mendapatkan hasil vaksin yang kuat, jadi ini melepaskan risiko pada perdagangan dan untuk emas, menandakan eksodus besar-besaran dari aset-aset safe-haven,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Namun sebut dia, perekonomian masih membutuhkan banyak dukungan dan hanya 50 juta dosis (vaksin) yang akan tersedia.

"Jadi kita tidak tahu pasti tentang virus dan seruan untuk stimulus akan terus meningkat," ucapnya.

Emas, yang merupakan aset pelindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang dan inflasi, telah melonjak 24 persen tahun ini, terutama didorong oleh stimulus pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Cara Menghilangkan Kutil - Pakai Kulit Pisang, Lidah Buaya atau Cuka Apel

Baca juga: Sinetron Anak Band SCTV Malam Ini Mundur Jam Tayang Selasa 10 November, Gilang Cahaya Masih Saudara?

Halaman
12
Editor: Fitri Amalia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved