Breaking News:

90 Desa Siap Siaga Bencana, Puncak Musim Hujan Diprediksi November - Desember

Intensitas dan curah hujan di Kabupaten Batanghari belakangan ini meningkat.

Penulis: A Musawira | Editor: Fifi Suryani
ist
Kondisi banjir bandang beberapa waktu belakangan, terjadi di Desa Bukit Harapan Kabupaten Batanghari Minggu (13/10/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Intensitas dan curah hujan di Kabupaten Batanghari belakangan ini meningkat.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari memang pada November ini memasuki puncak musim hujan.

Hal itu selaras dengan informasi dari BMKG Jambi bahwa pada nomor surat 504/2020/24 September 2020 diprediksi puncak hujan di seluruh Provinsi Jambi terjadi pada November hingga Desember 2020.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Batanghari, Yahya Mulia mengatakan pantauan Tim BPBD Kabupaten Batanghari dari Alat Pengukur Ketinggian Air (APKA) yang berada di dermaga Muara Bulian, justru debit air Sungai Batanghari saat ini belum melampaui angka berpotensi bahaya.

Berdasarkan APKA di wilayah Kabupaten Batanghari masih aman, artinya jauh dari bencana banjir,” kata Yahya, Selasa (10/11/2020).

Ia mengimbau bagi masyarakat yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, untuk sama-sama mengawasi diri dan siaga atas bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi tanpa diketahui.

“Berdasarkan rilis dari BMKG Jambi bahwa hujan yang terjadi ke depan diprediksi dengan intensitas lebat disertai angin kencang,” ujar Yahya.

“Maka dari itu masyarakat agar waspada terhadap angin kencang, serta kesiapannya menghadapi bencana, mungkin saja bisa disiapkan dengan kearifan lokal,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Yahya dengan adanya fenomena la nina pada November dan Desember menyebabkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya.

Ada 124 desa yang tersebar di Kabupaten Batanghari, hampir sekitar 90 desa yang berada di DAS Batanghari berpotensi terjadinya bencana atas peristiwa puncak musim hujan dan fenomena la nina sewaktu-waktu bisa menimpa masyarakat.

“Diketahui angin la lina ini juga turut melintasi Kabupaten Batanghari, karena angin ini dimulai dari Tanjab Timur hingga Sungai Penuh artinya angin tersebut juga melintasi Daerah Batanghari,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved