Breaking News:

Perjalanan Karier Wakil Presiden AS Kamala Harris, Ternyata Jadi Wanita Pertama Keturunan India

Raih 290 suara elektoral, Joe Biden dan Kamala Harris dipastikan dapat melenggang ke Gedung Putih.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
JIM WATSON / AFP
Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara ketika Senator AS dan kandidat Wakil Presiden, Kamala Harris, melihat Chase Center di Wilmington, Delaware pada 4 November 2020. Kehidupan pribadi Joe Biden dipenuhi tragedi, istri dan putrinya tewas kecelakaan, dan anak laki-lakinya meninggal karena kanker. 

TRIBUNJAMBI.COM - Joe Biden dan Kamala Harris pastikan kemenangan mereka menajdi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat.

Raih 290 suara elektoral, Joe Biden dan Kamala Harris dipastikan dapat melenggang ke Gedung Putih.

Dengan capaian itu, Kamala Harris pada Sabtu (7/11/2020), adalah wanita pertama yang menggebrak batasan tinggi dengan terpilih sebagai wakil presiden pertama Amerika.   

Learn more Harris membuat sejarah dan membantu Biden untuk mengakhiri pemerintahan Donald Trump yang bergejolak.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Peluncuran PS5 di Dunia, Sementara Hanya Dijual Online, Begini Cara Pemesanannya

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Sheila On 7 Judul Anugerah terindah yang Pernah Kumiliki Lengkap

Ia adalah wanita kulit hitam keturunan Asia Selatan pertama yang terpilih menjadi jaksa agung California, Senat dan sekarang menjadi wakil presiden AS.

Dengan memenangkan kursi wakil presiden, dia akan sangat dekat dari kepemimpinan Amerika Serikat dan menjadi batu loncatan menuju penghargaan tertinggi.

Dengan usia Biden 77 tahun, diperkirakan dia akan menjabat hanya satu periode saja, sebagaimana yang dilansir dari AFP pada Sabtu (7/11/2020).

Sementara selama 4 tahun masa jabatan, jika Harris mendapatkan hati rakyat Amerika, maka dia dapat maju sebagai kandidat presiden selanjutnya dari Partai Demokrat.

Itu bisa memberinya kesempatan untuk membuat lebih banyak mencetak sejarah, sebagai presiden wanita pertama Amerika Serikat.

"Pemilu ini lebih dari sekadar Joe Biden atau saya," tulisnya di Twitter setelah media berita AS menyebut pemilu itu menguntungkan mereka berdasarkan hasil negara bagian.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved