Breaking News:

Penanganan Covid

Batanghari Zona Orange, KBM Tatap Muka Belum Bisa Dilaksanakan, Harus Ikuti Aturan Pusat

Persoalannya, status Kabupaten Batanghari kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Tribunjambi/Musa
Elfie Yennie selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP di Kabupaten Batanghari belum bisa dilaksanakan.

Persoalannya, status Kabupaten Batanghari kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Senada dengan hal itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari belakangan ini juga telah mengeluarkan surat dengan nomor 421/3043/DD/PDK/2020, tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tidak dapat dilaksanakan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Batanghari, Elfie Yennie saat dikonfirmasi Tribunjambi.com pada Senin (9/11/2020) siang.

Baca juga: VIDEO Polda Metro Mulai Selidiki Beredarnya Video Mirip Gisella Anastasia

Baca juga: Jubir Satgas Batanghari Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Konsumsi Ini Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Baca juga: HEBOH Foto Syur Mirip Selebgram Anya Geraldine di Medsos, Netizen Sampai Salah Fokus ke Barang Ini

“Secara umum kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan, yaitu diperkenankan apabila daerah tersebut masuk zona hijau, mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui Satuan Tugas Covid-19,” kata Elfie Yennie.

Lebih lanjut, kata Elfie Yennie, mengatakan Kabupaten Bagatanghari sendiri saat ini zona oranye, sesuai aturan dari pusat belum diperbolehkan.

“Risiko sedang ditandai dengan zona oranye, disebabkan banyak faktor, satu di antaranya penambahan pasien Positif Covid -19, sementara update tebaru mengenai zona, dua pekan sekali,” ujarnya.

“Diketahui Kabupaten Batangahari pernah zona kuning, namun hanya sebentar kemudian balik lagi ke zona oranye,” tambahnya.

Jika pada ajaran baru 2021 kondisi yang sama seperti saat ini, maka KBM di sekolah harus mengikuti aturan dari pusat.

“Misalnya persyaratan untuk menggelar KBM dengan tatap muka itu dilakukan terbatas, ruang kelas diisi 50 persen, dari jumlah keseluruhan,” ungkapnya.

Jelasnyaa ada pembatasan jumlah siswa dalam ruang kelas termasuk jam pembelajaran yang juga dibatasi.

“Kalau tidak memungkinkan dengan tatap muka, dengan kata lain kegiatan pembelajaran tetap melalui sistem luring dan daring,”

“Maka untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, masyarakat harus membatasi aktivitas di luar rumah, dan selalu terapkan tiga M,” tutupnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved