Breaking News:

Penanganan Covid

Hasil Evaluasi Kasus Covid-19, Senin Besok Belajar Tatap Muka di Tanjab Timur Kembali Dilakukan

Hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Beberapa sekolah dalam pekan ini sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka.

tribunjambi/abdullah usman
Junaidi Rahmad 

Hasil Evaluasi Kasus Covid-19, Senin Besok Belajar Tatap Muka di Tanjab Timur Kembali Dilakukan 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Beberapa sekolah dalam pekan ini sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Perkembangan penyebaran kasus Covid-19 di Tanjabtim menunjukan tren membaik, secara tidak langsung cukup berdampak positif bagi kegiatan pembelajaran siswa di sekolah.

Dari hasil evaluasi rutin yang dilakukan Dinas Pendidikan, tercatat beberapa sekolah Senin ini akan kembali belajar secara tatap muka. Meski sebelumnya sempat ditutup akibat adanya kasus.

"Kemarin memang ada beberapa sekolah yang tercatat beresiko tinggi. Diantaranya Mendahara Ulu, Simbur Naik, di Rantau Rasau, dan Puding. Alhamdulillah sekarang sekolah sekolah di daerah tersebut statusnya sudah tidak beresiko lagi (telah dicabut)," ujar Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaidi Rahmad.

"Untuk di Mendahara Ulu kita sedang berkoordinasi dengan camat untuk dibuka tatap muka, secara prinsipnya resikonya sudah diminimalisir," tambahnya

Katanya, meski beberapa sekolah sudah aman, namun ada juga sekolah di daerah tertentu yang beresiko karena ada terdeteksi terkait covid-19. Seperti di Kecamatan berbak Desa Rantau Makmur dan terpaksa kita liburkan sementara.

"Kita terus melakukan evaluasi berdasarkan peta resiko yang ada, saat ini kita masih Kuning jika nanti berubah merah tentu akan ada kebijakan lagi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Tanjabtim, terkait pembelajaran secara langsung saat ini pihaknya sudah melakukan evaluasi dan tetap melakukan pembelajaran sesuai protokoler kesehatan..

"Ada beberapa sekolah yang memang terindikasi beresiko, seperti SMP 27, SD 219 pandan lagan kita tutup dan beberapa sekolah lainnya yang masih menunggu hasil swab," ujar Junaidi.

Setelah dari hasil swab keluar maka terkait pembelajaran tersebut akan kembali dievaluasi, terutama bagi sekolah sekolah yang masih ditutup tadi. Mengingat pada sebelumnya di wilayah sekolah tersebut terjadi kasus. 

"Untuk itu guna mencegah penularan sementara sekolah ditutup, dan akan dievaluasi lagi nanti," jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved