Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Guna Permudah Petani Dalam Menerima Bantuan, Pemkab Tanjabtim Luncurkan Kartu Tani

Pada dasarnya Kartu Tani di Tanjabtim merupakan kartu debit seperti ATM dan bisa digunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi keperluan

Guna Permudah Petani Dalam Menerima Bantuan, Pemkab Tanjabtim Luncurkan Kartu Tani
tribunjambi/samsul bahri
Ilustrasi petani

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pemkab Tanjabtim melalui Dinas Pertanian meluncurkan program Kartu Tani, guna memudahkan penyaluran pupuk subsidi.

Untuk di Kabupaten Tanjabtim sendiri, program kartu tani ini sudah mulai berjalan sejak beberapa waktu yang lalu.

Pada dasarnya Kartu Tani di Tanjabtim merupakan kartu debit seperti ATM dan bisa digunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi keperluan pertaniannya.

Kasi Pupuk dan Alsintan, Dinas Pertanian Tanjabtim, Siswanto, mengatakan, berkaitan dengan kartu tani ini berawal dari muaranya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang dibuat oleh kelompok tani, yang didampingi oleh penyuluh.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Batanghari Alami Kenaikan, di Pengepul Capai Rp 1.820 Per Kilogram

Baca juga: Promo JSM Indomaret Hari Ini, Masih Ada Diskon Susu, Detergen, Minyak, Beras, Popok, Gula, DLL

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta RCTI Malam Ini, Minggu 8 November 2020, Rahasia Al Akan Terbongkar?

Untuk tahun 2020, RDKK Tanjabtim sebanyak 14.977 petani. Namun yang tercetak kartunya oleh Kementrian hanya 10.622 petani.

Sementara yang sudah tersalurkan dari bulan Agustus kemarin sampai 16 Oktober 2020 kemarin sebanyak 3.093 kartu tani yang sudah tersalurkan, jadi sisa masih ada 7.529 kartu.

"Fungsi dari kartu tani sendiri berkaitan dengan nanti penyaluran pupuk subsidi. Jadi pada tahun 2021 kalau memang sudah difungsikan, dalam penebusan pupuk subsidi ini petani menggunakan kartu tani yang berdasarkan RDKK aplikasi," ujar Siswanto, Minggu (8/11/2020).

Lanjutnya, untuk kartu tani itu nanti isinya kuota pupuk sesuai dengan RDKK yang disusun oleh masing-masing petani dalam kelompok tani. Jadi setiap petani berbeda-beda isinya kuotanya nanti.

"Penebusannya nanti sesuai dengan musim tanam yang telah berjalan. Pada dasarnya nanti, petani yang tidak terdaftar kelompok tani, yang tidak menyusun RDKK dan tidak mendapatkan kartu tani, tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi," jelasnya.

Lanjut, Kedepannya nanti akan seperti itu, tapi pada tahun 2020 ini karena kartu tani belum berjalan dengan optimal, petani masih bisa menggunakan RDKK aplikasi untuk mendapatkan subsidi pupuk. Diluar RDKK aplikasi juga tidak bisa menebus.

"Untuk Kabupaten Tanjabtim sendiri tahun ini belum diterapkan secara optimal kartu tani ini, direncanakan mungkin tahun 2021 nanti. Tinggal di louncing dari kementerian," terangnya.

Kartu tani di Kabupaten Tanjabtim mulai disalurkan bulan Agustus 2020, karena tidak boleh mengumpulkan petani secara beramai-ramai, Dinas Pertanian kemudian memfasilitasi Bank Mandiri dalam pengiriman kartu tani ini.

"Kami mengadakan pertemuan di Satker BPP tingkat Kecamatan. Dibantu oleh rekan-rekan penyuluh pertanian untuk pendaftaran blangko aplikasinya," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved