Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Donald Trump Kalah Pilpres AS, 7 Negara Islam Ini Kegirangan Dengan Hasil Itu, Ini Sebabnya

Selesainya penghitungan suara Pilpres AS, menempatkan Joe Biden dari Partai Demokrat sebagai Presiden AS terpilih, mengalahkan petahana, Presiden

Kolase
Joe Biden dan Donald Trump 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) jadi sorotan dunia. Bahkan hingga pengumuman hasil penghitungan suara usai.

Selesainya penghitungan suara Pilpres AS, menempatkan Joe Biden dari Partai Demokrat sebagai Presiden AS terpilih, mengalahkan petahana, Presiden Donald Trump.

Tidak hanya pendukung Joe Biden saja yang bahagia dengan terpilihnya calonnya itu menjadi Presiden AS.

Bahkan ada sebanyak 7 negara yang berpenduduk mayoritas Islam meyambut dengan suka cita kemenangan Joe Biden dan atas kekalahan Donald Trump di Pilpres AS. 

Negara-negara mayoritas Islam tersebut adalah, Iran, Libya, Somalia, Suriah, dan Yaman, Nigeria dan Sudan.

Baca juga: Intip Gaji Joe Biden Sebagai Presiden AS, Bandingkan dengan Gaji Jokowi, Selisihnya 7 Kali Lipat

Baca juga: Aksi Wijin Jadi Sorotan di Tengah Hantaman Isu Video Syur Mirip Gisel, Pacar Mama Gempi Pamer Ini

Baca juga: SIMAK Ramalan Shio Kuda 2021 di Tahun Kerbau Logam, Bakal Sering Patah Hati Meski Mudah Jatuh Cinta

Dengan kekalahan Donald Trump, larangan umat Islam berkunjung ke Amerika Serikat bakal dicabut oleh Joe Biden begitu ia dilantik.

Pemerintahan Trump menyusun ulang perintah tersebut beberapa kali di tengah gugatan hukum dan Mahkamah Agung mendukung versi itu pada tahun 2018.

Negara-negara yang dikenakan pembatasan masuk telah berubah selama bertahun-tahun.

Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya.
Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya. (MANDEL NGAN / AFP)

Dilansir Tribunpekanbaru.com dari Aljazeera, pada hari pertama masa kepresidenannya, presiden terpilih Joe Biden bermaksud untuk mencabut larangan perjalanan Donald Trump pada pelancong dari 13 negara, sebagian besar negara mayoritas Muslim atau Afrika.

Pada bulan Oktober, Biden juga berjanji untuk mendorong politisi membuat undang-undang untuk memerangi meningkatnya jumlah kejahatan rasial di AS.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved