Harga Emas

Harga Emas Spot Melonjak 2,3%, Prospek Kemenangan Joe Biden ?

Logam mulia lainnya juga membukukan kenaikan tajam, dengan perak naik 4,5% menjadi US$ 24,99 per ons troi

Editor: Fitri Amalia
Kontan
Ilustrasi logam mulia 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemilihan Presiden di Amerika Serikat turut mempengaruhi pasar dunia termasuk logam mulia.

Harga emas spot menanjak ke puncak satu setengah bulan pada hari Kamis (5/11) karena meningkatnya prospek kemenangan Joe Biden dalam pemilu Amerika Serikat (AS).  

Mendorong lebih dekat dengan harapan untuk stimulus yang lebih besar dan menekan dolar.

Melansir Reuters, harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 1.947,16 per ons troi, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di US$ 1.952.41.

Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 2,9% menjadi US$ 1.951,80.

Baca juga: Travel Jambi - Bakal Ada Paralayang di Kerinci, Terbang Lihat Keindahan Bumi Sakti Alam

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 1.009.000 per gram, Buyback emas Antam Rp 902.000

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 6 November 2020 Di Pegadaian, Harga Emas Antam Ukuran 2 gram Rp 1.977.000

Logam mulia lainnya juga membukukan kenaikan tajam, dengan perak naik 4,5% menjadi US$ 24,99 per ons troi.

Harga platinum naik 3,4% menjadi US$ 898,71 dan paladium naik 5,2% menjadi US$ 2.408,61.

 “Sepertinya semakin jelas bahwa kita akan memiliki presiden Demokrat tahun depan,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

Menurutnya hal itu akan memastikan rencana stimulus yang lebih besar dan membebani dolar.

Pasar saham global melonjak, sementara dolar jatuh ke level terendah dua pekan karena Biden beringsut menuju Gedung Putih menyusul kemenangan di Michigan dan Wisconsin.

Baca juga: MODEL Hijab Minimalis dari Selebgram dalam Koleksi Uniqlo Modest Wear Manual Fall/Winter 2020

Baca juga: Donald Trump Marah Besar Gubernur Pennsylvania Dituding Curang Dukung Biden: Lihat yang Akan Terjadi

Baca juga: Donald Trump Klaim Menang Pilpres AS, Ibarat Prabowo Subianto Versi Amerika Serikat

Biden diperkirakan akan memberlakukan langkah-langkah stimulus yang lebih besar ketimbang Presiden AS Donald Trump, meskipun investor tetap waspada bahwa Kongres yang terpecah dapat menghalangi kebijakan fiskal Biden.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang kemungkinan besar diakibatkan oleh stimulus yang besar.

Sementara itu, Federal Reserve menahan suku bunga pinjaman jangka pendek mendekati nol, menandai ekonomi tumbuh tetapi tidak dekat dengan laju sebelum pandemi virus corona melanda.

“Kami akan mendengar verbiage dari Fed yang berteriak untuk paket stimulus tambahan,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pedagang juga mempelajari tuntutan hukum yang diajukan oleh tim kampanye Trump di Michigan dan Pennsylvania untuk menghentikan penghitungan suara.

Baca juga: Senjata Makan Tuan, Donald Trump Termakan Omongan Sendiri Jika Joe Biden Menang Pilpres AS

"Di luar pemilihan AS, latar belakang makro yang lebih luas tetap mendukung kenaikan harga emas mengingat ekspektasi kami akan melemahnya dolar lebih lanjut, suku bunga riil tetap negatif dan stimulus lebih lanjut," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Artikel ini telah yatang di Kontan.co.id dengan Judul "Harga emas ke puncak 1,5 bulan, kemenangan Joe Biden kian terbuka"

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved