Breaking News:

Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Jambi

Dua Anggota Dewan Provinsi Jambi Temui Pendemo, Jawab Tuntutan Bentuk Pansus & Naikkan UMP

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kamaludin Hafiz dari Fraksi PPP dan Akmaluddin dari Fraksi PDIP, menemui massa demo

SUMBER FOTO: Monang Widyoko
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kamaludin Hafiz dari Fraksi PPP dan Akmaluddin dari Fraksi PDIP, menemui massa demo di depan pagar kantor DPRD Provinsi Jambi, Kamis (5/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kamaludin Hafiz dari Fraksi PPP dan Akmaluddin dari Fraksi PDIP, menemui massa demo di depan pagar kantor DPRD Provinsi Jambi, Kamis (5/11/2020).

Satu per satu mahasiswa melalui perwakilannya menyampaikan pendapat kepada kedua perwakilan anggota DPR.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa menuntut DPRD Provinsi untuk membentuk pansus untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dan melakukan sidang rakyat sekarang.

Kemudian mahasiswa juga menuntut Pjs Gubernur Provinsi Jambi untuk menemui mahasiswa dan berdiskusi bersama mereka.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Nike Ardilla Judul Sandiwara Cinta, Musik Tahun 90an Lengkap Download MP3

Baca juga: VIDEO: Kemenangan Sudah Nyaris di Tangan Joe Biden, Pendukung Biden Ngamuk Lempari Toko-toko

Baca juga: Dari 75 Perusahaan di Sarolangun, Baru 30 Melaporkan Pengelolaan Lingkungan

Kemudian pula mahasiswa meminta agar upah minimum Jambi dinaikan.

Kamaludin pun mencoba menjawab tuntutan mereka. Ia mengatakan untuk saat ini ruang sidang sedang digunakan untuk rapat anggaran. Jadi untuk saat ini mahasiswa belum bisa rapat bersama.

"Mengenai Pjs Gubernur Jambi, kami akan meneruskan tuntutan dari para mahasiswa," ungkap Kamaludin, Kamis (5/11/2020).

Aliansi mahasiswa di Jambi kembali menggelar aksi demo UU Cipta Kerja di DPRD Provinsi Jambi.
Aliansi mahasiswa di Jambi kembali menggelar aksi demo UU Cipta Kerja di DPRD Provinsi Jambi. (Tribunjambi/widyoko)

Lalu soal kenaikan upah minimum, Kamaludin menjawab dengan tegas DPR sudah membahas hal itu.

Dan memastikan akan menaikan upah minimum bagi sektor tertentu.

"Yang akan pasti naik adalah sektor perkebunan. Tentunya hal ini disesuaikan dengan harga TBS sedang naik terutama kelapa sawit," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Monang Widyoko
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved