Breaking News:

Penanganan Covid

Sempat Ditutup, Tiga Pasar Tradisional di Kerinci Kembali Dibuka, Dua Pertimbangan Satgas

Setelah sempat ditutup selama lebih kurang dua minggu, mulai besok (4/11/2020), aktivitas di tiga pasar tradisional di Kabupaten Kerinci kembali

tribunjambi/herupitra
Setelah sempat ditutup selama lebih kurang dua minggu, mulai besok (4/11/2020), aktivitas di tiga pasar tradisional di Kabupaten Kerinci kembali diaktifkan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Setelah sempat ditutup selama lebih kurang dua minggu, mulai besok (4/11/2020), aktivitas di tiga pasar tradisional di Kabupaten Kerinci kembali diaktifkan.

Hal ini berdasarkan keputusan dalam briefing rutin Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kerinci Ami Taher didampingi Sekda Kerinci Asraf, pimpinan DPRD Boy Edward, forkompimda, dan OPD lainnya, Selasa (3/11).

Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher dikonfirmasi usai memimpin briefing rutin menuturkan, pembukaan kembali tiga pasar, yaitu balai pagi Rabu di Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Balai Kamis di Muara Semerah dan Balai Semurup pada hari Sabtu.

“Jadi mulai besok tiga pasar ini kita buka kembali, hal ini juga sesuai dengan keputusan sebelumnya ditutup selama dua minggu,” kata Wabup Ami Taher.

Baca juga: Banpes UMKM Rp 2,4 Juta, Caranya Bisa Didapatkan dengan Masuk ke Link eform.bri.co.id

Baca juga: Gas Melon Langka, Terungkap Jatah Untuk Sarolangun Dikurangi 10 Ribu Tabung

Baca juga: KSPI dan KSPSI Gugat UU Cipta Kerja ke MK, Buruh Tetap Lanjutkan Aksi Unjuk Rasa dan Mogok Kerja

Ditambahkannya, dalam membuka kembali tiga pasar ini, ada dua pertimbangan Satgas.

Pertama memperhatikan peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, apakah ada peningkatan yang luar biasa.

Di mana berdasarkan laporan dinkes dan rumah sakit peningkatannya tidak signifikan.

Kemudian yang kedua satgas memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi dari para pedagang, yang secara ekonomi mereka betul-betul merasakan kesulitan karena penutupan pasar ini.

“Walaupun dibuka kembali, para pedagang dan pembeli harus menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat, bagi yang tidak mengenakan masker akan dikenakan sanksi atau kita suruh pulang nantinya."

"Nantinya petugas dari Kepolisian, TNI dan Pol PP akan disiagakan di pasar tersebut,” tambahnya.

Selain itu di pasar nantinya juga akan disediakan tempat cuci tangan permanen, kemudian di pasar Semurup akan dibuat dua kali pasar dalam seminggu, agar tidak terjadi penumpukan pasar hari Sabtu saja.

Sehingga pedagang yang jumlahnya sekitar 1.200 tersebut bisa dibagi dua, dan bisa mengurangi kerumunan orang.

Halaman
123
Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved