Campus Blitz

Sarat Prestasi, Afrida Mahasiswi Cantik UIN Percaya Organisasi Bukan Penghambat Cepat Selesai Kuliah

Afrida Dwi Rahmawati kelahiran 06 April 1999, saat ini ia mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi jurusan Tadris Bahasa Ing

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Afrida Dwi Rahmawati, saat ini ia mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi jurusan Tadris Bahasa Inggris. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Afrida Dwi Rahmawati kelahiran 06 April 1999, saat ini ia mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi jurusan Tadris Bahasa Inggris.

Perempuan muda dan penuh semangat ini pernah menjadi juara Favorit pildacil Rimbo Bujang, Juara 1 Pildacil Rimbo Bujang,

Pernah menjadi penyiar Radio anak-anak di Radio Buana 96,5 FM, mengikuti lomba lari maraton Kabupaten Demak dan saat ini menjadi Ketua kopri PMII Rayon Tadris komisariat UIN STS Jambi.

Yang membuat ia aktif dalam organisasi selain ia suka bertemu orang lain dan senang saling bertukar pikiran ia juga mendapatkan pelajaran yang tidak ia dapatkan di dalam universitas.

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Jangan Pernah Berubah - ST12, Mudah Dimainkan

Baca juga: Jabatan 33 Kades di Kabupaten Batanghari Berakhir 2022 Mendatang

Baca juga: BPCB Provinsi Jambi Bersama Kemendikbud serta Pemda Tanjabtim Menggelar FGD

"Saya kadang juga bertanya-tanya mengapa saya bisa bertahan sampai saat ini, kecintaan terhadap organisasi menurut saya tidak perlu alasan, di organisasi saya banyak belajar dan organisasi juga membuat saya bertumbuh baik itu fikiran, sikap maupun mental," jelasnya.

Terlepas dari itu semua, ia juga merasakan dapat membangun network yang pasti sangat berguna di kemudian hari baginya, dan ia juga mendapatkan bonus dari ikut dan aktif dalam organisasi.

"Bisa dibilang saya dapet bonus dari organisasi, seperti sekarang ini saya mengajar les private dan menghasilkan kurang kebih Rp 700.000/bulan saya dapatkan dari jaringan di organisasi". Tambahnya.

Awal mula menjadi guru Les Private berawal dari akhir tahun 2019, senior dalam organisasi yang sama menawarinya untuk menjadi guru ngaji anak SD, dan ia menerima karena menurutnya ini kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman.

yang awalnya hanya guru ngaji, akhirnya orang tua dari murid tersebut memberi kesempatan padanya untuk mengajar semua mata pelajaran yang ada di sekolah, dan dari situ ia mendapat uang tambahan selain dari orang tua dan sampai sekarang masih berlanjut.

Meskipun banyak momen yang sangat membahagiakan hati, momen sedih maupun momen bimbang yang ia rasakan juga ada, tentu saja momen membahagiakan lebih banyak ketimbang momen sedihnya

Restu orang tua juga menjadi kendala nya untuk terus aktif dalam organisasi, meskipun begitu itu tidak membuatnya berhenti, dan terus meyakinkan orang tua bahwa ia bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu meskipun aktif dalam organisasi

"Selain masalah pembagian waktu antara dan organisasi, kendalanya juga termasuk izin orang tua, dalam fikiran orang tua, jika ikut organisasi nanti kulaih dak selesai dan juga orang tua takut jika saya terlibat demo, saya terus meyakinkan mereka dan akhirnya daoat izin dan kepercayaan dari orang tua lah salah satu kekuatan saya untuk dapat menjalankan kegiatan menjadi mahasiswa yang bagus di akademis dan aktif di organisasi," tutupnya.

Ia juga mengatakan bagi teman-teman diluarsana, jangan jadikan organisasi sebagai alasan untuk terlambat dalam menyelesaikan kuliah, yang sebenarnya memang kita sendiri yang tidak mau berusaha menyelesaikan ataupun tidak disiplin sehingga membuat kita terlambat.

Dan juga masa pandemi bukan alasan untuk kita tidak aktif dan produktif.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved