Breaking News:

Bripka MJH Anggota Brimob Kelapa Dua Diupah Rp 30 Juta, Tujuh kali Jual Senjata Api ke KKB Papua

Polda Papua sudah menetapakan tiga orang sebagai tersangka kasus jual beli senjata api untuk Kelompok kriminal bersenjata (KKB).

facebook
Bripka MJH Anggota Brimob Kelapa Dua Tersangka Penjualan Senjata ke KKB, Upahnya Bisa Rp 30 Juta. Bripka MJH anggota Brimob Kelapa Dua saat menjalani pemeriksaan di Polres Nabire 

Bripka MJH Anggota Brimob Kelapa Dua Diupah Rp 30 Juta, Sudah Tujuh kali Jual Senjata Api ke KKB Papua

TRIBUNJAMBI.COM - Polda Papua sudah menetapakan tiga orang sebagai tersangka kasus jual beli senjata api untuk Kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Adapun ketiga tersangka yaitu anggota Brimob Kelapa Dua Bripka Bripka Muhammad Jabir Hayan (MJH), Didy Chandra (DC) yang merupakan ASN dan anggota Perbakin Nabire, dan FHS mantan anggota TNI AD.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa Bripka MJH sudah tujuh kali membawa senjata api ke Nabire dengan upah berkisar dari Rp 10 juta hingga Rp 30 juta tergantung jenis senjata api yang dibawa.

Baca juga: Panduan Sanggahan Tak Lulus SKB CPNS 2019, Hari Ini Terakhir!

Baca juga: Perwira Pertama Ini Nekat Pacari Putri Cantik Kapolri Jenderal Idham Azis, Calon Dokter Pula

Baca juga: UMP Provinsi Jambi 2021 Dipastikan Tidak Naik, Pjs Gubernur Sudah Mengeluarkan SK

Senjata api itu dijual kepada pemesan melalui DC dengan harga berkisar Rp 300 juta hingga Rp 350 juta tergantung jenis.

Saat ini polisi masih mencari keberadaan pemesan berinisial SK.

"Hingga kini SK belum ditemukan, sehingga penyidik belum bisa meminta keterangan dari yang bersangkutan," kata Waterpauw, Senin (2/11/2020).

Kapolda Papua mengakui anggota di lapangan sudah lama memonitor adanya kasus jual beli senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dua senapan serbu yang dijual
Dua senapan serbu yang dijual (facebook)

Hal ini setelah melihat aksi kelompok bersenjata khususnya di wilayah Intan Jaya makin meningkat hingga menimbulkan korban jiwa baik warga sipil maupun aparat keamanan.

Terungkapnya kasus tersebut setelah ada informasi masuknya dua pucuk senjata api jenis M16 dan M4 melalui Timika ke Nabire.

Halaman
123
Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved