Berita Nasional

Rencana Ahok Bila Jadi Presiden Indonesia Kedepannya: Langsung Dilakukan Pemutihan Dosa-dosa lama

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Ahok mengungkapkan berbagai rencananya seandainya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia atau RI-1.

Bidikbanten
Ahok 

TRIBUNJAMBI.COM - Sadar akan banyaknya batu ganjalan jadi seorang Presiden, namun Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menguak berbagai rencana bila menjadi orang nomor satu di Indonesia itu.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Ahok mengungkapkan berbagai rencananya seandainya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia atau RI-1.

Hal itu disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta ini dalam sebuah unggahan Youtube berjudul "Kalau Ahok Jadi Presiden, Apa yang Dilakukan" milik seniman kondang Butet Kertaradjasa, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Bukan Hanya Anies Baswedan, Ternyata Jaman Ahok Juga pernah Dapat Ancaman di Kantor Gubernur, Bom?

Baca juga: Penampakan Rumah Mewah Ahok, Komisaris Utama Pertamina Ini Punya Penghasilan Rp170 Juta Sebulan

Baca juga: Gubernur Tandingan Ahok Meninggal Akibat Covid-19, Padahal Fahrurrozi Ishaq Jagoan Rizieq Shihab

"Siapa yang enggak pernah buat salah gitu lho, dulu pernah saya sampaikan," ucap Ahok menjawab pertanyaan seandainya dirinya jadi orang nomor satu di Indonesia.

Menurut Ahok, budaya korupsi di Indonesia sudah sangat mengakar. Dia tak mempemasalahkan andaikan jika ada anak atau kerabat pejabat yang tersandung kasus KKN dan kemudian masuk dalam birokrasi.

Kata dia, hal tersebut tak jadi masalah asalkan sudah menyatakan komitmen untuk jujur ke depannya.

Ahok menyebutnya sebagai pemutihan. Setelah itu, dia bisa menerapkan penegakan hukum yang keras bila korupsi masih saja dilakukan.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Rekonsiliasi sendiri tidak bermakna menutup-nutupi tindak kejahatan yang dilakukan di masa lalu.

Namun, tindak kejahatan apapun harus tercatat, agar menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya.

"Langsung dilakukan pemutihan dosa-dosa lama. Supaya dari rezim ke rezim ini tidak dijadikan ATM. Anak pejabat yang korupsi pun belum tentu korup, belum tentu dia tidak punya hati melayani rakyat, belum tentu dia tidak punya hati menolong yang miskin dan yang butuh pertolongan," kata Ahok.

"Kamu mau mengatakan harta warisan orang tua saya yang korup. Enggak apa-apa minimal rakyat tahu, kenapa kamu punya harta sekian ratus miliar," kata dia lagi.

Mantan Bupati Belitung Timur ini lantas bicara soal pemilihan pejabat termasuk soal bagaimana melakukan penilaian kinerja di pemerintahan lewat alat ukur KPI atau key performance indicator.

Dia juga akan menerapkan apa yang sudah dilakukannya di PT Pertamina (Persero).

Baca juga: Promo JSM Alfamart Tawarkan Harga Hemat Untuk Minyak, Beras, Susu Anak, Masker, Popok Bayi

Baca juga: Secret Number Akan Mengadakan Mini Konser dengan Tiket Rp 30 ribu

Baca juga: BESOK Rilis! Spoiler Manga Boruto Chapter 52, Kurama Keluarkan Mode Kyubi Baru, Naruto Akan Mati?

Contohnya, seorang bisa saja naik jabatan dengan cepat atau langsung meloncati beberapa level, asalkan memiliki kinerja baik tanpa menunggu beberapa tahun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved