Jumat, 15 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penanganan Covid

Apa Beda Vaksin dan Imunisasi, Ini Penjelasannya

Berikut penjelasan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, terkait ketiganya.

Tayang:
Editor: Duanto AS

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Akhir-akhir ini sering mendengar istilah vaksin, vaksinasi, maupun imunisasi.

Banyak orang yang sering menganggap vaksinasi dan imunisasi hal yang sama.

Berikut penjelasan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, terkait ketiganya.

Vaksin ditemukan oleh Edward Jenner pertama kali pada tahun 1796 untuk mengobati penyakit cacar (smallpox). Sejak saat itu, vaksin dikembangkan karena diakui dan terbukti dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu.

Vaksin merupakan antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut.

“Jadi kalau vaksin itu adalah zatnya. Proses pemasukkannya ke dalam tubuh disebut vaksinasi," kata dia dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/10/2020).

Sementara, Imunisasi adalah reaksi dari tubuh setelah mendapatkan vaksin. Badan akan dirangsang untuk membentuk anti bodi pada sistem kekebalan tubuh.

"Selain anti bodi, badan akan menghasilkan sel memori, jadi sistem kekebalan kita bisa memproduksi anti bodi untuk segala macam penyakit yang tidak baik,” terangnya.

Dirinya mengatakan, dampak imunisasi terhadap turunnya penularan penyakit tercatat besar. Seperti penyakit haemophilus, influenza, radang paru, gondok, rubella, hingga tifus, yang mampu ditekan penyebarannya oleh vaksin.

"Semua penyakit tersebut menurun jumlah penularannya, seiring dengan dilakukannya imunisasi," ungkap dia.

dr.Cissy berharap, masyarakat tidak perlu meragukan keamanan vaksin, lantaran ada jaminan keamanan vaksin yang terus dilakukan pada tiap fase uji klinik, sehingga produk akhirnya dipastikan aman, efektif, dan berkhasiat.

"Saya mengharapkan semua masyarakat terutama media yang bisa memberikan edukasi, untuk mengedukasi masyarakat kita bahwa vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian dan juga kecacatan. Biayanya juga paling cost effective. Kita lakukan demi Indonesia, semoga anak-anak kita bisa sehat dengan imunisasi yang sesuai dengan ketentuan.” harap dr. Cissy Rachiana.

Sumber: Tribunnews

Baca juga: Kesenian Kuda Lumping Bangkitkan Kedekatan Syafril Nursal Bersama Warga Jawa Timur

Baca juga: Cara Beda Polwan Korlantas Laksanakan Operasi Zebra 2020, Bantu Warga Hingga Sosialisasikan 3M

Baca juga: PENTING! Tiga Aktivitas Berisiko Tinggi Penularan Covid-19 yang Anda Harus Tahu

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved