Breaking News:

Ingin Gus Nur Bisa Diberi Penangguhan Penahanan, Kuasa Hukum Bawa Ratusan Surat Jaminan

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengajukan penangguhan penahanan, rabu (28/10/2020).

Editor: Rahimin
Capture/YouTube/Refly Harun
Gus Nur di Channel YouTube Refly Harun 

TRIBUNJAMBI.COM - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengajukan penangguhan penahanan, Rabu (28/10/2020).

Bahkan, Kuasa hukum Gus Nur menyertakan ratusan surat jaminan.

Gus Nur merupakan tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

“Dengan membawa ratusan surat jaminan dari para tokoh, alim ulama, ustaz, dan pihak keluarga, untuk menjamin bahwa agar Gus Nur ditangguhkan penahanannya,” kata kuasa hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan dalam video yang diterima Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Kekesalan Megawati Sampai Sekarang Dituduh Sebagai PKI, Masa Presiden Kelima RI Dibilang PKI

Baca juga: Megawati Marah Lihat Kader PDI-P Duduk Nyanyikan Lagu Indonesia Raya, Enak Saja Duduk, Gimana Sih

Baca juga: 1000 Bendera Merah Putih Dikibarkan di Watu Gendong di Hari Sumpah Pemuda, Simbol Menjaga Persatuan

Menurutnya, penangguhan diajukan karena penahanan Gus Nur dikhawatirkan berdampak pada pondok pesantren miliknya. Sebab, Gus Nur menanggung biaya operasional pondok pesantren yang memiliki ratusan santri itu.

“Kalau tidak (ditangguhkan), proses kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren itu dikhawatirkan terganggu,” tuturnya.

Diberitakan, Gus Nur ditangkap di kediamannya di Pakis, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10/2020) dini hari.

PCNU Kabupaten Cirebon menggelar syukuran atas ditangkapnya Sugi Nur Raharja alias Gus Nur atas dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).
PCNU Kabupaten Cirebon menggelar syukuran atas ditangkapnya Sugi Nur Raharja alias Gus Nur atas dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Dilansir dari Antara, Gus Nur ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA dan penghinaan. Pernyataan Gus Nur tersebut diunggah dalam sebuah akun Youtube pada 16 Oktober 2020.

Kemudian, Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri yang terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Baca juga: Sahrul Gunawan Ditangkap, Polisi Temukan 1 Paket Sabu di Saku Celananya

Baca juga: Pembunuhan di Belakang Rumah Dinas Wali Kota Terungkap, Pelaku Ternyata Kekasih Gelap Korban

Baca juga: Saat Ganjar Dapat Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun Dari Mantan Napi Teroris, Isinya Buat Tersenyum

Selain itu, Aliansi Santri Jember juga melaporkan Gus Nur ke Polres Jember, Senin (19/10/2020), dengan dugaan menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube.

“Kami melaporkan atas komentarnya di media sosial YouTube saat acara bersama Saudara Refly Harun,” kata Ketua Dewan Pembina GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Pernyataan yang dinilai menghina adalah saat Gus Nur mengumpamakan NU sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan isi busnya yakni PKI, liberal, dan sekuler.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawa Ratusan Surat Jaminan, Pengacara Gus Nur Ajukan Penangguhan Penahanan",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved