Breaking News:

Harga Murah Pembeli Malah Makin Sepi, Pedagang di Pasar Angso Duo Mengeluh

Mayoritas harga komoditas di Pasar Angso Duo turun, meskipun begitu pembeli yang datang semakin hari semakin berkurang. Harga bahan-bahan

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/ADE SETYAWATI
Pedagang di Angso Duo, Rabu (27/10/2020). Harga normal, hanya harga sayuran cenderung turun. Pedagang keluhkan sepinya pembeli. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mayoritas harga komoditas di Pasar Angso Duo turun, meskipun begitu pembeli yang datang semakin hari semakin berkurang.

Harga bahan-bahan di Pasar Angso Duo masih normal, meskipun beberapa waktu lalu sempat naik, untuk harga ayam dan cabai masih normal.

"Harga ayam sekarang masih normal dan belum ada tanda-tanda akan naik maupun turun, harga sekarang Rp32 ribu," jelas Ipul penjual Ayam Angso Duo, Rabu (28/10).

"Meskipun beberapa waktu lalu sempat naik tapi sekarang turun lagi, seperti harga cabai merah sekarang Rp28 ribu, cabai hijau Rp15 ribu, cabai rawit Rp20 ribu," jelas Marbun, pedagang cabe.

Sedangkan untuk harga sayuran, di Pasar Angso Duo mayoritas harga sayuran mengalami penurunan.

"Harga sayuran rata-rata turun dan harga sangat murah, seperti tomat sekilonya Rp6 ribu dan timun Rp5 ribu," ucapnya.

Satu bulan terkahir, Pasar Angso Duo sepi pembeli, meskipun awal pandemi sempat sepi dan kini semakin sepi dan penjual juga tidak tahu penyebab tidak ada pembeli yang datang karena apa

"Yang biasanya jual cabai merah 60 kilo, sekarang hanya 20 kilo dan itu pun berhari-hari, kadang busuk," tambahnya.

Meskipun saat ini harga sudah sangat murah, tetap tidak ada pembeli, pada awal pandemi Pasar Angso Duo agak sepi dan 1 bulan terakhir ini semakin sepi dan keluhan-keluhan terlontar dari para pedagang di Pasar Angso Duo.

"Kalau seperti ini terus, mau bagaimana lagi kami di sini, bayar cicilan masih terus dan kalau telat didenda, sedangkan mata pencaharian kami hanya di sini, kami di sini bingung jangankan untuk bayar cicilan ataupun menabung, untuk makan saja kami sulit," tutup Devi, pedagang sayur.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved