Berita Batanghari

BNNK Batanghari Rehabilitasi 37 Pecandu Narkoba Hingga Oktober 2020, 7 di Antaranya Rawat Inap

Zuhairi mengatakan pasien rehabilitasi di wilayah Kabupaten Batanghari diperoleh dari pasien yang datang dengan suka rela untuk minta diobati.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TribunJambi/Musa
AKBP M Zuhairi, Kepala BNNK Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Januari hingga Oktober 2020 BNNK Batanghari merehabilitasi pasien rawat inap sebanyak 7 orang dan rawat jalan sekitar 30 orang.

“Allhamdullilah, pasien rawat inap dan rawat jalan sudah banyak perubahan, dan kini kondisinya membaik dari ketergantungan narkotika,” kata AKBP M Zuhairi selaku Kepala BNNK Batanghari kepada Tribunjambi.com, Kamis (29/10/2020).

Zuhairi mengatakan pasien rehabilitasi di wilayah Kabupaten Batanghari diperoleh dari pasien yang datang dengan suka rela untuk minta diobati.

“Dalam hal ini dilakukan asesmen bersama ahlinya, dokter dan psikolog,” ujarnya.

Baca juga: Denise Chariesta Kalah Kaya dengah Nikita Mirzani Saat Diadu : Berarti Elu Enggak Kaya Dong

Baca juga: Jelang Pilkada, 664 TPS di Batanghari Dijaga Ketat 251 Personil Polres Batanghari

Baca juga: Melaney Ricardo Panik Luna Maya Masih Simpan Barang Milik Reino Barack: Ini Pemberian dari yang Dulu

“Tahapan asesmen tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19 dengan diadakan pertemuan di BNNK Batanghari sebanyak delapan kali pertemuan setiap minggunya dan itu gratis,” terangnya.

Ia menyebut setelah asesmen baru diketahui apakah pasien mengalami pecandu berat, atau kah pencandu ringan.

“Untuk rehab jalan bagi pasien yang hasil asesmennya dengan kategori pengguna narkotika situasional atau penyalahguna dengan intensitas penggunaan rendah,” jelasnya.

Sedangkan penyalahguna dengan intensitas penggunaan tinggi kata dia, akan mendapat rekomendasi mengikuti layanan rehabilitasi rawat inap di lembaga yang disejutujui Kementrian Kesehatan.

“Tergantung pihak keluarga mau direhab di mana, biasanya lembaga rehab ada di Lido, Bogor, di Batam, Lampung dan bisa juga lembaga swasta,” sebutnya.

“Pasien asal Kabupaten Batanghari sendiri, pernah rawat inap di Lido, Bogor rata-rata di usia produktif usia 25 sampai 35 tahun,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved