Breaking News:

Kisah Kwee Thiam Hong, Pelaku Sumpah Pemuda Anggota Jong Sumatranen Bond

Kala itu Kwee Thiam Hong masih berusia 18 tahun. Masih sangat muda. Ia seorang pelajar Eerste Gouveraements Mulo Batavia.

TRIBUNJAMBI.COM - Hari Sumpah Pemuda setiap tahun diperingati pada 28 Oktober. Kwee Thiam Hong adalah keturunan China. Semangat sumpah pemuda dalam rangka memupuk persatuan dan kesatuan bangsa sangat berkobar-kobar bagi sosok Kwee Thiam Hong, yang juga memiliki nama Daud Budiman.

Momentum Sumpah Pemuda menyatukan semangat satu nusa, satu bangsa. Para pemuda menjunjung satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Tepatnya 28 Oktober 1928. Peristiwa sejarah itu dikenal sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sejarah sumpah pemuda bagian dari catatan penting tentang kelahiran Indonesia.

Kala itu Kwee Thiam Hong masih berusia 18 tahun. Masih sangat muda. Ia seorang pelajar Eerste Gouveraements Mulo Batavia. Meski sekolahnya di Jakarta, ia memilih bergabung dengan Jong Sumatranen Bond. Kwee Thiam Hong memang berasal dari Palembang. Pada saat para pemuda berkumpul, hampir semua daerah dan suku datangkan perwakilan. Dari Sabang sampai Merauke.

Baca juga: Ramalan Shio Senin 26 Oktober 2020, 12 Shio Akan Dibongkar Habis Peruntungannya Besok, Simak Disini?

Baca juga: VIDEO Viral Foto Komodo Hadang Truk di Pulau Rinca, Begini Penjelasan Kementerian LHK

Baca juga: Sejarah Pulau Komodo 1910 Hingga Viral Komodo Hadang Truk Proyek Jurrasic Park

Kwee Thiam Hong sempat menceritakan pengalamannya terlibat sejarah penting itu dalam liputan Majalah HAI edisi Oktober 1985, Cerita Pelaku Soempah Pemoeda; "Susah menyebut Indonesia, apalagi merdeka".

Kwee Thiam Hong muda mengikuti semua rangkaian pergerakan pemuda secara sadar. Terlibatnya dalam pergerakan itu terinspirasi oleh pidato-pidato H.O.S. Cokroaminoto dan Ir. Soekarno. Kwee Thiam Hong sangat intens berdiskusi terkait semangat nasionalisme bersama kawan-kawannya.

Majalah HAI edisi 1992
Majalah HAI edisi 1992 (net/tribunpekanbaru.com)

Di Jong Sumatranen Bond, Kwee Thiam Hong menjabat ressort komisaris. "Saya juga aktif dalam kepanduan Jong Sumatranen Bond itu sebagai Patrouille leider. Setingkat komandan peleton dalam ketentaraan sekarang. Sekaligus penabuh genderang."

Meski Kwee Thiam Hong sekolah di Jakarta, dia tak masuk Pemuda Kaum Betawi atau Jong Java. Dia lebih tertarik bergabung dengan Jong Sumatranen Bond. Pilihannya itu karena dirinya lahir di Palembang. Masa kecilnya di Palembang.

Masa kecilnya ia habiskan waktu bermain dan mandi di sungai bersama anak-anak sekampung. Mereka mandi di Sungai Sekanak, anak Sungai Musi. "Jadi saya  lebih memilih masuk Jong Sumatranen Bond," katanya.

Kwee Thiam Hong masih sangat ingat situasi ketika Kongres Pemuda II. Dalam sebuah wawancara, Kwee Thiam Hong menjawab dengan bersemangat.

"Masih! Itu ketuanya, Suwondo Joyo ...," Pak Budiman memejamkan mata sambil mengerutkan dahi.

Halaman
1234
Editor: Sulistiono
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved