Positif Corona Jambi Tambah

Hilalatil Badri Kesal, Satgas Covid-19 di Kecamatan Belum Juga Terbentuk

Hilalatil Badri PLT Bupati Kabupaten Sarolangun kesal, karena Satgas Covid-19 per kecamatan tak kunjung dibentuk hingga saat ini.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rifani halim
Hilalatil Badri Plt Bupati Kabupaten Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Hilalatil Badri Plt Bupati Kabupaten Sarolangun kesal, karena Satgas Covid-19 per kecamatan tak kunjung dibentuk hingga saat ini.

Satgas Covid-19 perkecamatan di Sarolangun baru terbentuk sabanyak empat kecamatan saja, sedangkan total semua kecamatan ada sebanyak 10 dengan jarak ke titik kota kabupaten yang berjauhan.

Hilalatil Badri meminta, kepada pihak kecamatan agar membentuk Satgas Covid-19, di kecamatannya masing-masing, karena seusai pada rapat Forkopimda beberapa Minggu yang lalu, perizinan untuk pesta, hiburan masyarakat, acara keluarga harus dikeluarkan Satgas Covid-19 di kecamatan, agar lebih mudah terpantau.

"Bagaimana masyarakat mau urus surat izin, sedangkan tim di kecamatan sampai hari ini belum terbentuk secara keseluruhan, maka besok saya akan pertegas, dalam satu dua hari ini tim di kecamatan harus segera dibentuk agar masyarakat bisa mengurus perizinan pesta atau acara keluarga," kata Hilalaltil Badri, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Evaluasi Debat Pertama Cagub Jambi, Pengamat Dorong KPU Lebih Kritis

Baca juga: Benarkah Rizieq Shihab Bakal Pulang ke Indonesia Saat Momen Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini

Baca juga: Jadwal Liga Italia Nanti Malam, Ada AC Milan vs AS Roma, Prediksi Pertandingan hingga Prediksi Skor

Ia mengatakan, kalau masyarakat tidak melakukan izin, pihaknya akan mengambil langkah tegas, mencegah masyarakat untuk melakukan acara tersebut.

"Setiap acara pesta jika kita telah berikan izin, tim satgas ini harus benar-benar berjalan, kita cek sebagai kesepakatan dalam surat izin, harus memenuhi standar kesehatan dan protokol kesehatan, jika mereka tidak menjalankan itu, wajib untuk dibubarkan karena menyalahkan prosedur, semua hotel pun begitu juga," jelas Hilalatil Badri.

"Bagaimana kita mau memberikan sanksi, sementara perangkat struktural kita di kecamatan belum dibentuk secara penuh," sambungnya.

Ia menekankan, agar semua camat esok hari akan dipanggil ke ruangannya, untuk menekan masalah ini, ia juga menyatakan setelah terbentuk, maka pihaknya akan membuatkan rompi untuk membedakan, tim satgas dan staf lainnya.

"Jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sarolangun 78 orang, sehat 21, sisa 55," pungkasnya.

 

60 Orang Terjaring Razia Tak Pakai Masker di Sarolangun, Didominasi Warga Sekitar Lokasi

Operasi kepatuhan masyarakat sarolangun terhadap penggunaan masker untuk menghindari Covid-19, masih banyak ditemui di operasi yang dilakukan oleh BNBP, TNI- Polri, pol PP, Dishub sarolangun.

Dari operasi tersebut, masih banyak warga lolos dalam operasi masker yang dilakukan, di Simpang Jambi, Kecamatan Sarolangun.

Yen Azwadi, Kabid BPBD kabupaten Sarolangun, menyebutkan bahwa masih banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Sebanyak 60 orang yang tidak menggunakan masker, bahkan banyak sekali Pengandara atau warga lokal yang terjaring razia.

"Rata-rata pelanggar masih didominasi oleh warga sekitar tempat razia," kata Yen Aswadi, Kabid Yen Aswadi, Senin (26//12020.

Dari pantauan Tribun Jambi di lapangan, masih banyak yang lolos dalam razia masker yang di lakukan oleh.

Salah satu staf BPNB aktif dalam melakukan operasi, sampai terlalu bersemangat, sampai  memekik ke salah satu pengendara yang tidak menaaati standar protokol kesehatan. (TribunJambi/Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved