Breaking News:

BESOK Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Digelar Lagi, Terjadwal Mulai Gedung Sate Hingga Istana

Ribuan buruh dari berbagai konfederasi serikat pekerja Indonesia di Jawa Barat akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (27/10/2020)

Editor: Rohmayana
ist
Aksi demo Mahasiswa tolak Omnibus Law di Karawang nyaris ricuh dengan petugas kepolisian, Selasa (20/10). (Warta Kota/Joko Supriyanto) 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG -- Aksi turun ke jalan tersebut, dalam rangka menyikapi rencana penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat tahun 2020, kenaikan Upah Minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2021

Ribuan buruh dari berbagai konfederasi serikat pekerja seluruh Indonesia di Jawa Barat akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (27/10/2020) pagi.

Di Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Bekasi, Bogor, dan Karawang yang bermasalah dan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, Muhamad Sidarta mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut, merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh serikat pekerja serikat buruh se Jawa Barat, Minggu (25/10/2020).

tribunnews
Tampilan Surat Instruksi untuk menggelar aksi unjuk rasa bagi seluruh anggota konfederasi serikat buruh/pekerja se-Jabar di Gedung Sate, DPRD Jabar dan Disnaker Provinsi Jabar besok (27/10/2020) (istimewa via Tribun Jabar)

Baca juga: Calon Gubernur Masih Kampanye Mode Kuno, KPU Sarolangun Sebut Tidak Ada yang Izin Kampanye Daring

Baca juga: FE Universitas Jambi Sosialisasi Bank Sampah di Desa Simpang Sungai Duren

Baca juga: Kumpulan Lagu Sholawat Maher Zain Lengkap dengan Video Original

Dalam kesepakatan rapat bersama tersebut, sedikitnya tiga ribuan pekerja/buruh akan menggelar unjuk rasa di Gedung Sate, DPRD Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.

Adapun titik kumpul aksi berada di Monumen Perjuangan (Monju).

"Estimasi buruh/pekerja yang akan ikut dalam aksi ini mencapai 3000an, karena sudah ada surat keputusan bersama Nomor : khusus/SP/SB/JB/XI/2020.

Isinya menginstruksikan kepada setiap pengurus dan perwakilan anggota serikat pekerja/buruh se Jawa Barat, untuk mengirimkan minimal 10 persen dari jumlah anggotanya masing-masing, mulai jam 08.00 sampai selesai," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Kapolda Jambi Hadiri Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Menurutnya, dalam aksi tersebut, para peserta aksi akan menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya menolak UMP tahun 2021, tetapkan kenaikan UMK minimal delapan persen.

Juga revisi SK UMSK Tahun 2020 Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, tetapkan UMSK 2020 Karawang sesuai rekomendasi Bupati, dan batalkan/cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved