Pemimpin Samsung Group Lee Kun-hee Meninggal Dunia, Samsung: Warisannya akan abadi
Pemimpin Samsung Group yang karismatik sekaligus konglomerat terbesar Korea Selatan Lee Kun-hee meninggal dunia di usia 78 tahun
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar duka datang dari Samsung Group.
Pemimpin Samsung Group yang karismatik sekaligus konglomerat terbesar Korea Selatan Lee Kun-hee meninggal dunia.
Lee Kun-hee meninggal di usia 78 tahun karena serangan jantung.
Dia menginggal pada hari Minggu usai enam tahun dirawat di rumah sakit.
Lee, membantu menumbuhkan bisnis perdagangan mie ayahnya, Lee Byung-chull, menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik yang luas dengan aset senilai sekitar US$ 375 miliar, dengan lusinan afiliasi mulai dari elektronik dan asuransi hingga pembuatan kapal dan konstruksi.
Baca juga: Sinopsis Kung Fu Hustle Tayang di Trans TV, Aksi Stephen Chow Melawan Geng Kapak Merah
Baca juga: Tenaga Kesehatan Yang Menangani Pasien Covid-19 di RSUD Muarojambi, Terkonfirmasi Positif Corona
Baca juga: INFO Beasiswa Kuliah di University of British Columbia Kanada, Ini Syarat dan Pilihan Program Studi
"Lee adalah sosok simbolis dalam kebangkitan spektakuler Korea Selatan dan bagaimana Korea Selatan merangkul globalisasi, sehingga kematiannya akan dikenang oleh begitu banyak orang Korea," kata Chung Sun Sup, kepala eksekutif perusahaan peneliti perusahaan Chaebul.com.
Dia adalah pemimpin generasi kedua dari konglomerasi yang meninggalkan masalah suksesi yang berpotensi pelik untuk generasi ketiga.
Putra Lee, Jay Y. Lee, telah terlibat dalam masalah hukum terkait penggabungan dua afiliasi Samsung yang membantu Lee mengambil kendali yang lebih besar atas Samsung Electronics.
Kematian Lee yang merupakan orang terkaya di Korea Selatan dengan kekayaan bersih $ 20,9 miliar menurut Forbes, diatur untuk mendorong minat investor dalam potensi restrukturisasi grup yang melibatkan sahamnya di perusahaan utama Samsung seperti Samsung Life dan Samsung Electronics.
Samsung Life adalah pemegang saham terbesar dari Samsung Electronics, dan Lee memiliki 20,76% dari perusahaan asuransi tersebut.
Baca juga: Ribut di Warung Tuak, Oknum Perwira Polisi di Merangin Todongkan Pistol ke Kening Hery
Baca juga: Protes Besar-besaran di Nigeria, Gudang Makanan Milik Pemerintah Dijarah Warga
Baca juga: GEMPA TERKINI Pangandaran Diguncang Gempa M 5,9 Terasa Sampai Yogyakarta, BMKG Minta Warga Tenang
Lee meninggal dengan keluarganya di sisinya, termasuk Jay Y. Lee yang merupakan wakil ketua Samsung Electronics.
“Pimpinan Lee adalah seorang visioner sejati yang mengubah Samsung menjadi inovator dan pembangkit tenaga industri terkemuka dunia dari bisnis lokal. Deklarasi tahun 1993 tentang 'Manajemen Baru' adalah pendorong yang memotivasi dari visi perusahaan untuk memberikan teknologi terbaik guna membantu memajukan masyarakat global, "kata Samsung dalam sebuah pernyataan.
Selama masa hidupnya, Samsung Electronics berkembang dari pembuat TV lapis kedua menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, mengalahkan merek Jepang Sony, Sharp Corp dan Panasonic Corp.
Mereka juga mengakhiri supremasi handset Nokia Oyj dan mengalahkan Apple Inc di pasar smartphone. "Warisannya akan abadi," kata Samsung.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Bos Samsung sekaligus orang terkaya di Korea Selatan Lee Kun-hee meninggal dunia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/25102020_lee-kun-hee.jpg)