Breaking News:

Ribuan Buruh Ancam akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja akan ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan akan menandatangani Undang-Undang Cipta Kerja.

Editor: Rohmayana
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ribuan buruh dari Tangerang yang sudah berkumpul di Citra Raya Cikupa, Kabupaten Tangerang yang akan merapat ke Istana Negara menggunakan sepeda motor menolak Undang-undang Omnibus Law, Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah disahkan oleh DPR RI beberapa minggu lalu, kini UU Cipta Kerja akan ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan akan menandatangani Undang-Undang Cipta Kerja.

Oleh karena itu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal mengatakan, pihaknya dan serikat buruh lainnya akan menggelar aksi demo besar-besaran pada 1 November 2020.

Ia memperkirakan UU tersebut akan ditandatangani Jokowi pada 28 Oktober.

"Maka 1 November kami pastikan buruh KSPI akan menyerukan aksi nasional di seluruh Indonesia, 20 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota, kami akan aksi besar-besaran," kata Said.

Baca juga: Suami Istri Diwisuda Unja, Dadang Djoko Karyanto Termotivasi, Doktor Amat Langka di Kepolisian

Baca juga: Lagi-lagi Rizky Billar Berulah, Nyamar Jadi Wanita Berkerudung, Lesti Kejora Ogah Cipika-cipiki

Baca juga: Download Lagu Ampun Bang Jago (VIRAL TIKTOK 2020) Lengkap Dengan Lirik Lagu dan Video Klip

Said memastikan, aksi demo besar-besaran ini akan dilakukan secara terukur, konstitusional dan berlangsung damai.

Menurut Said, aksi demo tersebut akan disertai dengan pengajuan uji materi atau judicial review UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

"Tanggal 1 November tersebut tentu secara bersamaan kami akan membawa judicial review UU Cipta Kerja, andaikan tanggal 28 Oktober sudah ditanda tangani dan memiliki nomor," ujarnya.

Lebih lanjut, Said mengatakan, aksi demo menolak UU Cipta Kerja akan digelar di sekitar Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi.

"Sampai kapan kita aksi? Aksi-aksi itu sampai kita menang. dan dikeluarkannya putusan dari MK. Enggak ada batas waktu kapan saja kami persiapkan aksi terarah dan konstitusional," pungkasnya.

Baca juga: Kebakaran di Legok Menghanguskan Dua Rumah Warga yang Berdekatan

Buang Badan

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved