Breaking News:

UU Cipta Kerja

Jokowi Tegur Keras Semua Menterinya, Komunikasi Yang Buruk Terkait UU Cipta Kerja Jadi Penyebabnya

Presiden Joko Widodo menegur seluruh menteri dan jajarannya karena komunikasi publik yang buruk terkait omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

Editor: Rahimin
Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Joko Widodo menegur seluruh menteri dan jajarannya karena komunikasi publik yang buruk terkait omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

Hal itu dikatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Khusus omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak. Kami semua ditegur presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Mulai Terungkap Tanggal Pernikahan Sule dan Nathalie Holscher? Pipit Hariyanti: Kalau Tidak Salah

Baca juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam 22 Oktober 2020 Atalanta Bangkit Real Madrid Loyo Inter Nyaris Kalah

Baca juga: Daftar Harga HP Iphone Terbaru 22 Oktober 2020 Termasuk Perkiraan Harga Iphone Terbaru Seri 12

Moeldoko menyebut, karena komunikasi publik yang buruk itulah UU Cipta Kerja mendapat penolakan dari masyarakat luas.

Bahkan, aksi unjuk rasa dari kelompok buruh dan mahasiswa masih terus digelar hingga saat ini.

Menurut Moeldoko, para menteri kini mulai memperbaiki gaya komunikasinya di hadapan publik, khususnya saat berbicara soal UU Cipta Kerja. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada 5 Oktober 2020.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada 5 Oktober 2020. (Tribunnews/Jeprima)

"Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik," katanya.

Moeldoko mengakui di era dimana teknologi informasi berkembang pesat, pemerintah terkadang kewalahan menghadapi disinformasi dan hoaks di media sosial.

Tetapi, ia menegaskan, hal itu bukan sebuah alasan bagi untuk tidak berkomunikasi dengan baik.

Baca juga: Tips Mengatasi Uban dengan Cara Mudah dan Simpel Ini, Cukup Siapkan Beberapa Bahan Dapur Ini

Baca juga: Terjawab Sudah, Link Baca Manga Komik Boruto Chapter 51, Siapa yang Akhirnya Berkorban, Bukan Naruto

Baca juga: Beda Harga Rp 1 Juta, Spesifikasi dan Perbandingan antara Realme 7 dan Relame 7 Pro, Segi Jeroan

"Kami selalu membenahi diri, kita selalu ingin memperbaiki diri," ucap Moeldoko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja disebabkan oleh disinformasi dan hoaks di media sosial.

Namun sampai hari ini, naskah final UU yang disahkan pada 5 Oktober lalu itu belum bisa diakses publik di saluran resmi pemerintah maupun DPR.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved