Breaking News:

Cerita Dika Manusia Silver di Jambi, Melumuri Cat Perak di Tubuh Demi Mengais Rupiah

Ia rela tubuhnya dilumuri cat warna perak. Agar tampak mengkilat keperakan saat terkena sinar matahari.

Tribunjambi/widyoko
Dika si Manusia Silver di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat pandemi seperti sekarang ini membuat setiap orang harus kreatif demi mengais rupiah.

Dika contohnya, seorang Manusia Silver di Jambi yang berada di Simpang Tiga Masjid Nurdin Hamzah, area Sipin Jambi ini.

Ia rela tubuhnya dilumuri cat warna perak. Agar tampak mengkilat keperakan saat terkena sinar matahari.

Hal ini dilakukan demi untuk menghibur orang-orang yang sedang menunggu lampu merah.

Baca juga: Hari Santri 2020, 10 Pesan Ustaz Abdul Somad untuk Para Santri di Seluruh Indonesia

Baca juga: Cara Daftar Bantuan UMKM Facebook Total Nilai Rp 12,5 miliar, Ini Persyaratannya

Baca juga: Plt Bupati Minta ASN Merangin Tak Mudik Saat Libur Panjang

Dika berujar hal ini sudah setahun ia lakukan. Katanya sekarang ini sulit untuk mencari pekerjaan.

"Saya dulu bekerja bantu-bantu gitu dipengrajin kayu. Seperti bikin perabotan, pintu, kusen, dan lainnya. Tapi kata bosnya permintaan menurun, jadi saya diberhentikan dulu katanya. Tapi dia masih sering kasih kerjaanlah kalau ada banyak proyek," ungkapnya, Kamis (22/10/2020).

Dari jerih payahnya berpanas-panasan dan melumuri cat perak disekujur tubuhnya, Dika mengatakan dirinya mampu mendapatkan Rp 100 ribu perharinya.

"Tidak menentu sih. Rp 100 ribu itu kalau kondisi ramai. Ya dicukup-cukupkanlah untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Manis pahitnya sebagai manusia silver pun sudah menjadi makanan sehari-harinya di pojokan lampu merah. Namun semua itu terbayarkan ketika ia pulang dan melihat isi kotak yang dibawanya.

"Suka duka ya jalani saja. Namanya mencari nafkah ya semua disyukuri," katanya.

Selama menjadi manusia silver, Dika mengakui dirinya tidak pernah terjaring razia oleh Satpol PP.

"Amit-amitlah saya ketangkap. Tapi menurut saya, hal yang saya lakukan ini kan tidak mengganggu orang lain. Mungkin jika dalam meminta uangnya itu pakai cara memaksa, mungkin saja saya akan terjaring," imbuhnya.

Ia berharap kedepannya ia mampu berwirausaha. Untuk saat ini, Dika mengatakan dirinya sedang menabung dari hasil ini dan kerjaan lain yang ia jalani.

"Inginnya sih saya punya toko. Nabung dululah kumpulin modal. Saya yakin semua sudah ada yang atur, pokoknya jalani saja dulu," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved