Minimalkan Desa Terisolir, Dinas PMD Muaro Jambi Bakal Sandingkan Data Profil Desa dan IDM
Karena sumber data perencanaan pembangunan desa ada dua yakni data profil desa dari Kementerian Dalam Negeri, IDM dari Kementerian Desa.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sebanyak 15 desa masih berstatus tertinggal di Kabupaten Muaro Jambi.
Mulai 2021, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muaro Jambi mengupayakan pengabungan data perbaikan.
Penggabungan data ini di antaranya data profil desa dan data Indeks Desa Membangun (IDM) .
Karena sumber data perencanaan pembangunan desa ada dua yakni data profil desa dari Kementerian Dalam Negeri, IDM dari Kementerian Desa.
Baca juga: Promo Giant weekday Periode 20-22 Oktober 2020, Sedia Kebutuhan Anak Sampai Dapur
Baca juga: Aksi Kawanan Pencuri di Dinas PUPR Merangin Terekam CCTV, Uang Rp 150 Juta Raib
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Aku Ra Mundur (Tepung Kanji) - Syahiba Saufa, Aku Ra Mundur Dek
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PMD Muaro Jambi RD Najmi Rabu (21/10/2020).
"Ini yang kami coba sandingkan, untuk perencanaan pembangunan desa kami gunakan profil desa, dan data IDM, kedua data ini jadi dasar fokus untuk pembangunan desa yang tertinggal tersebut," kata Najmi.
Selain untuk acuan terhadap perencanaan, dari data tersebut juga bisa memberikan penilaian ketertinggalan suatu desa.
Kreteria desa tertinggal yakni, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, perekonomian dan akses internet belum maksimal.
Disamping kewenangan pemerintahan desa untuk mengatasi desa terisolir, tanggungjawab pemerintah kabupaten juga turut disertakan.
"Contohnya pembangunan infrastruktur jalan nya yang menghubungkan antara desa satu dengan desa lainnya, sehingga akses perekonomian dan kesejahteraan pendidikan dan layanan kesehatan tetap berjalan," ujarnya.
Dari data ini DPMD akan disampaikan ke Bupati, agar bisa disandingkan apa yang jadi tanggungjawab pemerintah daerah dan apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah desa.