Breaking News:

Milenial Bersama Masa Depan Literasi dan Inklusi Keuangan di Era Kekinian

Tak banyak yang tahu, efek positif apa yang dirasakan masyarakat, jika literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Jambi tercapai dengan baik.

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HENDRO HERLAMBANG
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor OJK Perwakilan Jambi. 

*Oleh: Hendro Herlambang

TRIBUNJAMBI.COM - Tak banyak yang tahu, efek positif apa yang dirasakan masyarakat, jika literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Jambi tercapai dengan baik. Sebagai lembaga yang mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan berbagai edukasi untuk memahami masyarakat.

Diantaranya memulai dari kelompok milenal, yang menjadi jantung masa depan bangsa saat ini. Seperti dari kelompok pelajar dan mahasiswa.

Generasi muda saat ini atau sering disebut dengan milenial adalah mereka yang memiliki cara pandang yang berbeda akan sesuatu hal. Misalnya saja, mereka bekerja untuk menikmati hidup sepenuhnya dan cenderung memiliki pola pikir yang kekinian.

Beberapa keunggulan yang dirasakan oleh generasi milenial, adalah mereka mendapatkan manfaat berupa teknologi informasi yang tidak bisa diakses oleh generasi yang sebelumnya. Bahkan sebagian hidupnya, tak dapat dilepaskan dari kecanggihan teknologi dan internet.

Milenial tentu menjadi target yang tepat, untuk turut menjadi bagian dalam peningkatan literasi dan inklusi di Provinsi Jambi dan Indonesia.

Inklusi keuangan adalah pemenuhan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat untuk memperkuat kesejahteraan.

Inklusi keuangan dikatakan terwujud, jika seluruh orang dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah. Efek yang diinginkan tentu saja meningkatnya kemampuan ekonomi dan berkurangnya kemiskinan serta kesenjangan ekonomi.

Sedangkan literasi keuangan adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Dikutip dari m.cnnindonesia.com, saat rapat terbatas Strategi Nasional Keuangan inklusi pada Januari lalu, Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat inklusi keuangan di 2024 sudah melebihi 90%.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved