Breaking News:

Pilkada di Jambi

Belanja Masalah Cawagub Syafril Nursal yang Menemukan Kerisauan di Dunia Pendidikan

Dari dekat, keduanya mendengar, merasakan dan melihat fakta di lapangan secara langsung, terutama dari masyarakat.

Ist
Fachrori Umar dan Syafril Nursal mendapat nomor urut 2 dalam Pilgub Jambi 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selama beberapa waktu 'Belanja Masalah' yang dilakukan calon Wakil Gubernur Jambi, Syafril Nursal justru menimbulkan kerisauan dalam dirinya hingga harus memanggil pakar untuk berkonsultasi.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2 Fachrori Umar-Syafril Nursal terus gencar menyisir seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi untuk 'berbelanja masalah' dalam lawatan safari politiknya pada Pilgub Jambi 2020.

Dari dekat, keduanya mendengar, merasakan dan melihat fakta di lapangan secara langsung, terutama dari masyarakat.

Baca juga: Cara Cek Terima Bantuan BLT UMKM Rp 2,4 Juta atau Tidak, Login ke eform.bri.co.id/bpum Pakai NIK

Baca juga: Mendadak Balik Kanan, Erick Jenguk Anak yang Tersiram Air Rebusan Jagung di Tanjung Menanti

Baca juga: Awalnya Jual Pakaian, Warga Garut Ini Banting Setir Jual Face Shiled di Muaro Jambi

Selama lawatan safari politiknya diseluruh wilayah Provinsi Jambi, Calon Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2 Syafril Nursal menemukan sejumlah persoalan yang harus cepat ditangani dan menjadi perhatian serius, bahkan laporan itu langsung diterima dari masyarakat setempat.

Salah satu hal yang dikeluhkan masyarakat saat berkeliling dan berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Tebo, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat, yakni susahnya signal jaringan telepon seluler atau telepon genggam, termasuk tidak adanya akses internet di sebagian desa.

Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, apalagi di tengah situasi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (online).

Syafril mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi konsen dan perhatian serius ia bersama Fachrori untuk memberikan solusi dan jalan keluarnya serta penanganan yang cepat. Apalagi, kapan kepastian berakhirnya pandemi Corona belum bisa diprediksi.

"Ini sangat merisaukan saya. Katanya belajar pake daring, online. Saya jalan kemana itu signalnya susah, ndak ada internetnya. Bagaimana itu mau sekolah. Kalau berlangsung panjang corona ini kalau tidak dipikirkan jalan keluarnya nanti kita kehilangan generasi ini. Akan ada nanti generasi yang kualitasnya rendah zaman corona ini. Karena tidak mendapatkan pendidikan yang cukup. Karean semestinya pelajaran (misalnya) 7 mata pelajaran hanya dapat 3, 4. Belum lagi gangguan internet tidak bisa. Kita akan lost generasi itu," kata Syafril, Senin (19/10/2020).

Tak main-main, Syafril langsung bergerak cepat agar desa-desa yang tidak ada signal telepon genggam dan belum terjangkau akses internet bisa segera terjangkau.

Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini langsung memanggil pakar dan ahli IT untuk berdiskusi dalam mencari solusi agar semua desa terjangkau signal dan internet.

Halaman
123
Penulis: Hendri Dunan
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved