Breaking News:

Berita Jambi

Temuan Empat Fosil Kayu Tak Jauh Dari Kawasan Candi Muaro Jambi, Misteri, Warga Tak Berani Bongkar

Tegakan empat kayu setinggi sekitar 30 cm masih kokoh di belakang rumah salah seorang warga bernama bang Code, di RT 8

tribunjambi/dedi nurdin
Tegakan empat kayu setinggi sekitar 30 cm masih kokoh di belakang rumah salah seorang warga bernama bang Code, di RT 8 Dusun Semambu Bunting, Desa Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Kayu jenis sungkai itu kini telah menjadi fosil kayu. 

Seperti kanal kuno yang terhubung ke kawasan Candi Muarojambi, temuan kramik dan struktur batu candi.

"Warga berharap dilakukan penelitian, lokasinya juga tidak jauh dari Batang Rawang."

"Areal kanal yang paling luas dan pernah dilalui kapal," kata Adi Ismanto.

"Kalau memang tidak ditindak lanjuti BPCB, warga berencana melakukan eskavasi sendiri."

"Karena warga berhak tau sejarah daerahnya sendiri," pungkasnya.

Sementara itu Novie Hari Putranto, Pamong Budaya Muda dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jambi mengatakan temuan empat tegakan fosil kayu itu diduga sebagai makam.

Lokasi ditemukannya empat tegakan fosil kayu itu juga berada tak jauh dari areal pemakaman tua yang ada di sana.

Untuk memastikan kebenarannya perlu dlakukan penelitian lebih lanjut.

Namun kata Novie, untuk melakukan penelitian lebih lanjut bukanlah menjadi kemenangan BPCB Provinsi Jambi. Apalagi lokasi temuan tersebut di luar dari 3.981 Ha kawasan Cagar Budaya Candi Muarojambi.

"Upaya pelestarian objek diduga cagar budaya dan cagar budaya tidak hanya kewenangan dari pihak BPCB provinsi Jambi tetapi juga pemerintah daerah. Salah satu upaya pelestarian sebaiknya didaftarkan dahulu sebagai objek diduga cagar budaya sesuai kewenangan di pemerintah kabupaten," tuturnya.

"Untuk batu fosil belum tahu fungsinya, karena lingkungan berada di komplek makam. Batu fosil yang disekitarnya terdapat beberapa makam, untuk fungsinya belum tahu," kata Novi.

"Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, dan sebelumnya digali informasi batu fosil memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat di desa tersebut," ujar pria berkaca mata itu.

( Tribunjambi.com/Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved