Breaking News:

Menunggu 'Nyanyian' Irjen Napoleon di Kasus Dugaan Gratifikasi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sudah ditahan terkait kasus dugaan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra,

Editor: Rahimin
(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol 

TRIBUNJAMBI.COM - Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sudah ditahan terkait kasus dugaan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra

Napoleon terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dengan tulisan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, saat keluar dari Gedung Kejari Jaksel, Jumat (16/10/2020).

Baju tahanan Bareskrim Polri berwarna oranye yang ia kenakan saat tiba bersama penyidik Bareskrim Polri untuk pelimpahan tahap dua, berkas dan tersangka, dalam kasus dugaan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra, tak lagi dikenakannya.

Perubahan dari baju oranye menjadi rompi merah muda itu sekaligus menjadi tanda bahwa kasus yang menjerat mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu kini ditangani kejaksaan setelah dilimpahkan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Gemini Hari Ini Berpotensi Frustasi

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini 19 Oktober 2020, Shio Naga: Jika Bisa Memimpikannya, Maka Bisa Melakukannya

Baca juga: Ajak Pacaran Via Whastapp Ngaku Sebagai Bidan, Janda Muda Ini Berhasil Tipu Pengacara Puluhan Juta

Kepada awak media yang telah menunggunya, Napoleon menyunggingkan senyum sembari memberikan sedikit pernyataan kesiapannya menjalani proses persidangan.

“Ada waktunya, ada tanggal mainnya. Kita buka semua nanti,” ucap Napoleon seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Selain Napoleon, penyidik Bareskrim Polri turut melakukan pelimpahan tahap dua, berkas dan tersangka, atas dua tersangka lain dalam perkara yang sama.

Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol ((KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA))

Keduanya yaitu mantan Karo Korwas PPNS Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan pengusaha Tommy Sumardi.

“Tahap dua pelimpahan dari penyidik Mabes Polri ke penuntut umum Kejaksaan Agung,” kata Kajari Jakarta Selatan Anang Supriatna, seperti dilansir dari Antara.

Anang mengungkapkan, pihaknya akan menganalisa terlebih dahulu berita acara pemeriksaan (BAP) yang diserahkan sebelum jaksa penuntut umum (JPU) melimpahkan berkas tersebut ke pengadilan untuk mengadili ketiganya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved