Breaking News:

Tomat 1 Kg Dihargai Cuma Rp 500, Petani Kediri Pilih Tak Panen: Ketimbang Rugi Biar Membusuk

Petani tomat di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri mengeluh harga tomat semakin anjlok dalam satu pekan terakhir.

ist
Muhammad Charis salah seorang petani di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri saat menunjukkan sebagian kondisi tomat miliknya. 

TRIBUNJAMBI.COM, KEDIRI - Setelah lelah menanam hingga panen, petani ini lebih memilih untuk tidak memanen hasil tanamannnya.

Kenapa?

Petani tomat di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri mengeluh harga tomat semakin anjlok dalam satu pekan terakhir. 

Muhammad Charis salah seorang petani tomat di Ngancar, Kabupaten Kediri mengatakan harganya di kisaran 500 - 1000 per kg.

Bahwa harga tomat sebelumnya pernah mencapai 500 rupiah per kg.

Baca juga: Ditemukan Tewas Gantung Diri, Jenazah Cai Changpan Bakal Jalani Autopsi di RS Polri Kramat Jati

Baca juga: Warga Laporkan Air Mengalir di Bawah Tabung Gas di Aur Duri, Ini Jawaban SBM Rayon I Pertamina Jambi

Baca juga: Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Tewas Gantung Diri di Hutan Jasinga Bogor

"Pengeluaran untuk menanamnya cukup besar, tentu harganya tidak sebanding jika dijual mencapai 500 rupiah per kilogram. Apalagi saya juga gunakan mulsa plastik untuk menutup media tanamnya," katanya.

Selain itu, ia juga terkadang meminta bantuan orang lain (buruh) untuk memanen tomat, harga penjualan tomat tidak cukup untuk membayar upah buruh.

Baca juga: Harga TBS di Muarojambi Bergerak ke Rp1.820/Kg di Pabrik, Petani Sawit Sangat Senang

"Kalau dipanen ya keluar biaya lagi, kita harus membayar orang untuk memetik satu persatu tomat ini. Belum lagi saat telah dipetik kita masih perlu mendistribusikannya ke pengepul maupun pasar dan itu butuh biaya lagi.

Kalau dihitung-hitung justru rugi kalau kita berniat untuk jual dengan rincian biaya tersebut," katanya.

Sementara itu menurut Charis anjloknya harga tomat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya di waktu panen raya dan tingkat daya beli masyarakat menurun akibat pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Baca juga: 5 Dampak Luar Biasa Mengerjakan Sholawat, Ini Kumpulan 4 Macam Sholawat Nabi SAW & Artinya

Hal inipun membuatnya hanya bisa lemas dan pasrah membiarkan tomat-tomat yang telah siap panen tersebut dibiarkan membusuk atau mengering hingga sendirinya.

"Kalau saya panen jadinya rugi nanti karena masih harus keluarkan biaya buruh dan bensin untuk mengirim pengepulnya.

Saya berharap ada perhatian dari pemerintah supaya bisa mengstabilkan harga tomat sekarang," harapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Tomat 1 Kg Dihargai Rp 500, Petani Kediri Lemas, Ketimbang Rugi Pilih Tak Panen: Biar Membusuk, 
Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Hefty Suud

Editor: Rohmayana
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved