Breaking News:

Prabowo Subianto Akhirnya Komentari Penolakan UU Cipta Kerja, Begini Tanggapannya: Kita Coba

Seperti diketahui Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna, Senin (

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Akhirnya Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto angkat bicara terkait adanya polemik seusai pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Seperti diketahui Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna, Senin (5/10/2020).

Pengesahan tersebut pun disambut baik oleh kalangan pengusaha. Namun sebaliknya diwarnai penolakan oleh kaum buruh hingga elemen masyarakat lainnya, bahkan mahasiswa.

Menurut Prabowo, pengesahan UU tersebut sebagai langkah cepat untuk memulihkan perekonomian akibat dampak pandemi virus corona (covid-19).

Baca juga: Lengkap 12 Bintang, Berikut Ramalan Zodiak Hari Ini 15 Oktober 2020, Scorpio Ada Pekerjaan Rumah

Baca juga: Viral Orang Ini Rela Bikin Sayembara Bagi yang Menemukan Burung Merpatinya Dapat Rp 10 Juta, Begini

"Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita perbaiki, kita coba kalau nanti UU ini tidak bagus, kalau pelaksanaannya tidak baik ya bawalah ke Mahkamah Konstitusi (MK)," ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (14/10/2020).

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengajak masyarakat untuk berpikit dengan tenang, dan sehat dan dengan kekeluargaan.

Sementara itu, ia juga menanggapi soal banyaknya aksi demo yang mewarnai pengesahan UU Cipta Kerja.

"Banyak yang kemarin demo belum baca hasil Omnibus Law, dan banyak hoaks," tegasnya.

Prabowo mengatakan dengan adanya hoaks yang beredar berarti ada pihak-pihak yang akan menciptakan kekacauan.

Prabowo memiliki keyakinan, hal tersebut berasal dari luar negeri, dengan alasan tidak senang dengan kondisi Indonesia sebagai negara maju.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved