Breaking News:

Polri Ungkap Isi Percakapan Tersangka di Grup WA KAMI Medan Terkait Penolakan UU Cipta Kerja

Polri Ungkap Isi Percakapan Tersangka di Grup WA KAMI Medan Terkait Penolakan UU Cipta Kerja

Editor: Heri Prihartono
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengunjuk rasa melemparkan kembali gas air mata ke aparat kepolisian saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. 

TRIBUNJAMBI.COM - Begini isi grup WhatsApp Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan dibeber Bareskrim Mabes Polri.

Dalam percakapan di grup WA tersebut ada ajakan agar terjadi kerusuhan saat demonstrasi buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja ( UU Cipta Kerja).

Adapun isi grup WA KAMI Medan, di antaranya ada yang menyebut, gedung DPR sarang maling dan setan hingga ajakan terjadinya kerusuhan seperti tahun 1998.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi pada saat aksi menolak UU Cipta Kerja di Medan, Sumatera Utara pekan lalu.

tribunnews
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020) siang. (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)

Polisi pun menangkap admin serta anggota grup aplikasi WhatsApp bernama “ KAMI Medan” karena diduga terkait 

Total empat orang yang ditangkap di Medan dalam kurun waktu 9-12 Oktober 2020, yakni KA, JG, NZ, WRP.

KA atau Khairi Amri merupakan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan.

HAsutan itu berisi, antara lain :

1. ‘Dijamin komplit, kantor, sarang maling dan setan’

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut KA sebagai admin grup tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved