Breaking News:

Mengenang 99 Tahun Kelahiran Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur yang Disebut Gusdur Dalam Humornya

Mengenang 99 Tahun Kelahiran Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur yang Disebut Gusdur Dalam Humornya

Editor: Heri Prihartono
Istimewa
Jenderal Hoegeng Iman Santoso saat menjabat Kapolri. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga saat ini Jenderal Hoegeng dikenal sebagai sosok polisi jujur yang ada di Indonesia.

Kisah Jenderal Hoegeng sebagai polisi jujur terungkap dalam diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (31/8/2006).

Saat itu Gus Dur mengungkapkan, di Indonesia hanya ada tiga polisi yang baik.

Baca juga: Dijuluki Polisi Jujur, Jenderal Pol Hoegeng Suka Naik Sepeda Onthel dan Selalu Menolak Pengawalan

Kala itu, Gus Dur melontarkan lelucon di sela menyinggung pemberantasan korupsi pada masa itu.

Tiga polisi itu, pertama, mantan Kepala Polri, almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Kedua, patung polisi, dan ketiga adalah polisi tidur.

Tepat hari ini Jenderal Hoegeng Iman Santoso dilahirkan, Hoegeng lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan.

Ayahnya, Sukario Hatmodjo pernah menjabat sebagai kepala kejaksaan di Kota Batik itu.

Asvi Warman Adam dalam artikelnya "Hoegeng, Polisi Teladan" yang dimuat di Harian Kompas, 1 Juli 2004, mengatakan, nama pemberian ayahnya adalah Iman Santoso.

Baca juga: Polisi Hoegeng Naik Sepeda Tanpa Pengawalan, saat Jadi Kapolri Tak Ingin Ada Pos Jaga di Rumah

Ketika kecil, Hoegeng sering dipanggil Bugel (gemuk), lama-kelamaan menjadi Bugeng, akhirnya berubah jadi Hugeng. Ia mengenyam pendidikan di beberapa daerah yang berbeda.

Setelah Sekolah di HIS dan MULO Pekalongan, Hoegeng belajar di AMS A Yogyakarta.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved